SEMINAR ANTAR BANGSA DISELENGGARAKAN STAI NATUNA

                                             

skmislamika.blogspot.com || Sabtu , 30 September 2023 , STAI Natuna kembali menyelenggarakan seminar antar bangsa, bersempena peringatan MILAD STAI Natuna ke-21, tanggal 26 Agustus 2023 kemarin dengan membawakan tema "Paradigma Baru Pengembangan Dan Pengelolaan Daerah Perbatasan Perspektif Janji Kemerdekaan". Seminar ini merupakan Studi Komparasi Yang Dinarasumberi Langsung oleh Sen
ator Datuk Seri Prof. Dr. Awang Sariyan.

Kepulauan Natuna-Anambas merupakan salah satu wilayah paling potensial di Indonesia jika dilihat dari sisi sumber daya alam dan topografinya. Perairan Natuna-Anambas terkenal akan kekayaan suplai minyak mentah dan gas alam sekaligus salah satu pemasok devisa negara terbesar. Realitanya , banyak sekali masalah dan ketimpangan dari berbagai sektor yang kerap terjadi namun seolah tidak ada solusi, mulai dari , timpangnya tarif transportasi , energi listrik yang kerap bermasalah, akses internet tidak merata dan harga hasil alam yang merosot jatuh.


Disini terlihat jelas adanya kontras antara realitas dan ideal yang terjadi ditengah masyarakat Natuna-Anambas. Persoalan ini lantas menimbulkan berbagai pertanyaan di benak kita semua . Mengapa kita seperti ini?. Apakah pembinaan dan pengelolaan daerah perbatasan seperti kita ini bermasalah?. Bagaimana pengelolaan daerah jika berpacu kepada negara tetangga kita (Malaysia)?.


Senator Datuk Seri Prof. Dr. Awang Sariyan selaku   narasumber bahwasanya ada beberapa poin dalam bahasan beliau . Dalam pidato singkat beliau dapat dikonklusikan Sikap Etos Ketamadunan harus bisa digaung dan disosialisasikan kepada masyarakat dalam partisipasi dan pengelolaan daerah perbatasan , mengingat daerah perbatasan dalam konteks ini Kepulauan Natuna-Anambas . Kepulauan Natuna-Anambas merupakan Kepulauan Melayu yang idealnya mengedepankan tamadun dan Kebudayaan Melayu sebagai acuan untuk mengelola daerahnya. Berbicara tentang Tamadun, Tamadun sendiri diambil dari kata "Maddana" yang berarti membangun suatu kota/peradaban. Melayu dan Islam adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan . Oleh karena itu , Malaysia sebagai salah satu negara termaju di Asia Tenggara yang menggunakan "Islamic Melayu Approach" dan menjunjung tinggi Bahasa Melayu sebagai bahasa utama. Ketamadunan Melayu Malaysia tidak hanya kental di sektor keagamaan saja namun juga menjalar ke sektor pendidikan , ekonomi serta kesejahteraan sosial masyarakat. Terlepas dari suksesnya Implementasi Ketamadunan Melayu di Malaysia namun disisi lain juga tidak menghilang sisi toleransi SARA dan memegang teguh kemajemukan sebagai ciri utama , hal itulah yang menyebabkan seluruh rakyat Malaysia terlepas dari perbedaan apa agama dan ras mereka , selalu bersedia dan rela untuk berkontribusi bagi negara mereka.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama