KEDATANGAN TAMU JAUH, RITSUMEIKAN UNIVERSITY BERKUNJUNG KE STAI NATUNA

Foto Civitas Akademika STAI Natuna bersama pihak Ritsumeikan University 

skmislamika.blogspot.com || Acara ini dibuka dengan perkenalan masing-masing Pihak baik dari pihak Ritsumeikan University dan STAI Natuna perkenalan dimulai dari staf hingga mahasiswa.  Dalam acara ini sekedar ramah tamah antara mahasiswa jepang dengan Mahasiswa STAI Natuna. Acara tersebut dihelat di ruang Multi Media Lantai 3 gedung STAI Natuna pada Selasa, 29 Agustus2023. Dan dihadiri oleh dosen dari Ritsumaikan University, Dosen dan staf STAI Natuna serta penerjemah.

Dalam kegiatan kunjungan Mahasiswa Jepang kali ini rencananya mereka juga akan melakasanakan acara pertukaran budaya yang di laksanakan pada Sabtu, 2 September 2023 di Kampus STAI Natuna. Acara tersebut nantinya dimana Mahasiswa Ritsumaikan University dari jepang  akan memperkenalkan kebudayaan mereka dari Jepang dan sebaliknya Mahasiswa STAI Natuna juga akan Memperkenalakan Budaya Natuna.


H. Umar Natuna selaku Ketua STAI Natuna mendeskripsikan dalam pengantar singkatnya bahwasanya ada dua "fun fact" mengenai Natuna. Pertama adalah Bahasa , Natuna memiliki bahasa tersendiri yang sebagian besar struktur dan diksi-diksinya ialah serapan dari bahasa Melayu. Kedua , Walaupun Natuna secara geografis berjauhan dengan Jepang , namun Jepang dan Natuna sama-sama memiliki kejadian historis tepatnya , Saat Jepang mengebom Pelabuhan Penagi. Namun kemarin adalah kemarin , Lebih Baik berfokus menjalin hubungan baik demi masa depan yang cerah , Ujar beliau.

Prof. Naruse Takeshi (Ketua Rombongan)

Fokus utama study exchange adalah untuk membuka cara pandang mahasiswa Ritsumeikan University, Jepang mengenai kebudayaan baru, dalam konteks ini kebudayaan Natuna . Mereka juga memandang Natuna dengan penuh sukacita dan antusias terutama makanan khas Natuna (kernas). Namun disisi lain , fakta pahit yang harus ditelan yakni tentang Natuna adalah betapa rendahnya kesadaran masyarakat Natuna perihal sampah yang mana berbanding terbalik dengan keadaan di jepang yang memiliki slogan "detail to little things". Beliau memiliki harapan dan resolusi bahwasanya Mahasiswa Natuna untuk terus berinovasi , kritis dan kemudian bisa memecahkan persoalan diberbagai sektor di negeri mereka sendiri.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama