Kabupaten Natuna adalah Kabupaten yang mayoritasnya agama Islam. Kabupaten Natuna merupakan kabupaten yang terletak di provinsi kepulauan Riau. Ibukota Kabupaten Natuna adalah Ranai. Kabupaten Natuna merupakan pulau yang tergabung dalam gugusan Pulau Tujuh, yang berada di lintasan jalur pelayaran internasional ke Hongkong, taiwan dan jepang. Kabupaten Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat karimata. Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sumatera Selatan, di bagian barat dengan Singapura, Malaysia Barat, Riau dan bagian timur dengan Kalimantan Barat dan Malaysia Timur. Kabupaten Natuna terbagi kedalam 12 kecamatan, yaitu kecamatan Midai, Pulau Laut, Pulau Tiga, Bunguran Timur, Bunguran Tengah, Bungungan Selatan, Bunguran Barat, Subi, Serasan dan Serasan Timur.
Pada
tahun 2023, jumlah penduduk di Natuna sebanyak 73.901 jiwa. Natuna adalah Kota
demokratis yang sekular mayoritas pemeluk agama Islam, kurang lebih 97%
pemeluknya. Agama lain yang dianut oleh masyarakat Natuna adalah Budha,
Katolik, Kristen, dan Hindu. Pencaharian penduduk Natuna adalah pertanian dan
perikanan. Profesi lain yang juga dilakukan oleh penduduk Natuna adalah
Industri, perdagangan, transportasi, dan pemerintahan.
Rumah ibadah
ataupun masjid yang ada di Natuna sangatlah banyak, di setiap desa terdapat dua
sampai tiga masjid dan mushola. Rumah ibadah orang
Islam di Natuna terhitung sebanyak 148 buah masjid dan 120 buah mushola. Adapun
aktivitas yang dilakukan masyarakat Natuna di rumah ibadah (masjid) mereka
sangatlah banyak, salah satunya di masjid Ath-Thariq (Jemengan). Banyak aktivitas yang dilakukan
masyarakatnya seperti pengajian di hari jum’at, yasinan pada malam jum’at,
sholat tasbih pada siang jum’at yang diadakan pada dua bulan sekali, ceramah
agama setiap tanggal 20, kajian islam pada malam senin, kegiatan tahsin
(memperbaiki) Al-qur'an,
kegiatan MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) pada subuh minggu, latihan azan pada
malam minggu, satu bulan sekali diadakan kegiatan Barzanji yaitu suatu do’a,
pujian, dan pencitraan riwayat Nabi Muhammad saw yang dilafalkan dengan suatu
irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika kelahiran, khitanan, pernikahan
dan maulid Nabi Muhammad saw, dan kegiatan keagamaan dalam rangka menyambut
hari besar islam seperti Isra Mikraj dan Maulid Nabi saw.
Kegiatan atau aktivitas di rumah ibadah (masjid) lainnya hampir sama, tidak
jauh dari kegiatan tentang keagamaan.
Seiring
dengan perkembangan zaman, keberadaan masjid saat ini tidak lagi hanya sebagai
tempat ibadah, namun juga sebagai pusat pendidikan dan informasi bagi umat
islam Natuna. Pengurus masjid menerapkan metode modern dalam menjadikan masjid
sebagai pusat edukasi agama Islam. Masyarakat Natuna juga
diharapkan tidak hanya berlomba-lomba dalam membangun rumah ibadah seperti
masjid, namun juga berlomba dalam upaya memakmurkan masjid. Pembangunan masjid
bukan hanya tempat untuk ibadah, tapi masjid harus menjadi tempat ibadah dan
pusat edukasi bagi masyarakat dan anak-anak untuk belajar dan mendalami ilmu
agama. Sehingga perlu dirancang program untuk meramaikan masjid melalui
kegiatan yang bermanfaat, contonya kegiatan atau aktivitas yang sudah di
sebutkan di masjid Ath- Thariq tadi.
Selanjutnya
faktor eksternal atau masalah dari luar salah satunya adalah penyalahgunaan
dalam teknologi, contohnya handphone. Dampak negstif dari handphone adalah
media sosial, menjadikan masyarakat Natuna malas untuk ke masjid.
Dengan adanya handphone masyarakat Natuna sering malas ke masjid kalau ada
ceramah atau acara Islam lainnya, sebab mereka lebih senang mengengarkan dari
handphone mereka sendiri daripada mendengarkan ceramah di masjid. Sebagai umat
muslim untuk masyarakat Natuna, kita harus bisa membandingkan mana yang baik yang harus dan yang perlu kita lakukan. Dampak positif dari teknologi adalah
memudahkan masyrakat Natuna untuk berdakwah melalui media sosial. Di media
sosial mempermudah kita untuk mendengarkan dakwah dari luar, contohnya di tik
tok, you tube atau media sosial lainnya. Contoh lainnya adalah menirukan gaya
barat seperti memakai pakaian yang tidak sopan dan tidak berhijab.