BANI ABBASIYAH

 

NAMA : RAHMAN
NIMKO : 1215240144
SEMESTER : 4
PRODI : HUKUM PIDAN ISLAM
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna

BANI ABBASIYAH

Pendahuluan

Bani Abbasiyah merupakan salah satu dinasti besar dalam sejarah peradaban Islam yang memegang kekuasaan setelah runtuhnya Bani Umayyah pada tahun 750 M. Dinasti ini didirikan oleh keturunan Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu paman dari Nabi Muhammad. Pergantian kekuasaan dari Bani Umayyah ke Bani Abbasiyah terjadi melalui sebuah gerakan revolusi yang dipimpin oleh kelompok pendukung Abbasiyah.

Pemerintahan Abbasiyah kemudian memindahkan pusat kekuasaan ke kota Baghdad yang berkembang menjadi pusat politik, ekonomi, dan ilmu pengetahuan dunia Islam. Pada masa ini, peradaban Islam mengalami kemajuan pesat dalam berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan, budaya, ekonomi, dan sistem pemerintahan.

Dinasti Abbasiyah dikenal sebagai masa kejayaan Islam karena banyak lahir ilmuwan, ulama, serta berkembangnya lembaga pendidikan dan penelitian. Selain itu, sistem administrasi pemerintahan yang diterapkan juga lebih teratur dan kompleks dibandingkan dengan masa sebelumnya.

Mempelajari sejarah Bani Abbasiyah sangat penting untuk memahami perkembangan peradaban Islam, khususnya dalam bidang pemerintahan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Masa Abbasiyah menunjukkan bagaimana sebuah pemerintahan dapat berkembang melalui sistem administrasi yang baik, dukungan terhadap ilmu pengetahuan, serta kerja sama berbagai kelompok masyarakat.

PEMBAHASAN

1. LATAR BELAKANG BANI ABBASIYAH

Bani Abbasiyah merupakan dinasti Islam yang berkuasa setelah runtuhnya Bani Umayyah pada tahun 750 M. Dinasti ini didirikan oleh keturunan Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu paman dari Nabi Muhammad. Kekuasaan Abbasiyah berpusat di kota Baghdad yang kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan Islam.

Dalam praktik kenegaraan, Bani Abbasiyah melakukan berbagai perubahan dalam sistem pemerintahan dibandingkan dengan masa sebelumnya. Mereka mengembangkan sistem administrasi yang lebih kompleks dan terorganisasi.

2. Sistem Pemerintahan Bani Abbasiyah

Pada masa Abbasiyah, bentuk pemerintahan tetap berupa kekhalifahan, di mana khalifah menjadi pemimpin tertinggi negara dan umat Islam. Namun, dalam pelaksanaannya khalifah dibantu oleh berbagai pejabat negara.

Beberapa unsur penting dalam sistem pemerintahan Abbasiyah antara lain:

a. Khalifah

Khalifah merupakan pemimpin tertinggi negara yang memiliki kekuasaan politik, militer, dan agama. Khalifah bertanggung jawab dalam menjaga keamanan negara, menegakkan hukum Islam, serta mengatur pemerintahan.

b. Wazir (Perdana Menteri)

Wazir adalah pejabat tinggi yang membantu khalifah dalam menjalankan pemerintahan. Wazir bertugas mengatur administrasi negara, mengawasi pejabat pemerintah, serta melaksanakan kebijakan khalifah.

c. Diwan (Departemen Pemerintahan)

Pemerintahan Abbasiyah membentuk berbagai departemen yang disebut diwan untuk mengatur urusan negara, seperti:Diwan al-Kharaj (urusan pajak dan keuangan)Diwan al-Jund (urusan militer)Diwan al-Rasail (surat-menyurat pemerintahan)Diwan al-Barid (pos dan komunikasi)Sistem ini membuat administrasi negara menjadi lebih teratur dan efisien.

3. Sistem Administrasi dan Birokrasi

Bani Abbasiyah mengembangkan birokrasi yang lebih maju dibandingkan dinasti sebelumnya. Banyak pegawai pemerintahan berasal dari berbagai bangsa seperti Arab, Persia, dan Turki.

Pengaruh Persia cukup besar dalam sistem administrasi negara, terutama dalam pengelolaan birokrasi dan keuangan. Hal ini membuat pemerintahan Abbasiyah lebih profesional dan terorganisasi.

4. Sistem Hukum dan Peradilan

Dalam praktik kenegaraan Abbasiyah, sistem hukum didasarkan pada syariat Islam. Khalifah menunjuk para qadhi (hakim) untuk memutuskan perkara di pengadilan.

Para ulama memiliki peran penting dalam pengembangan hukum Islam. Pada masa ini berkembang berbagai mazhab fiqh seperti yang diajarkan oleh tokoh-tokoh besar seperti:Abu Hanifah,Malik bin Anas,Muhammad ibn Idris al-Shafi'i,Ahmad ibn Hanbal Mazhab-mazhab ini menjadi dasar dalam pelaksanaan hukum di masyarakat.

5. Sistem Militer

Militer pada masa Abbasiyah berfungsi menjaga keamanan negara dan mempertahankan wilayah kekuasaan. Pasukan Abbasiyah terdiri dari berbagai etnis seperti Arab, Persia, dan Turki.Pada masa tertentu, pasukan Turki memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan bahkan turut menentukan kekuasaan khalifah.

6. Sistem Ekonomi Negara

Pemerintahan Abbasiyah mengelola ekonomi negara melalui beberapa sumber pendapatan, antara lain:Kharaj (pajak tanah),Jizyah (pajak bagi non-Muslim),Zakat,Ghanimah (harta rampasan perang)Pengelolaan keuangan negara dilakukan oleh Diwan al-Kharaj. Sistem ekonomi ini mendukung kemajuan perdagangan dan pertanian di wilayah kekuasaan Abbasiyah.

7. Kemajuan Ilmu Pengetahuan

Selain praktik kenegaraan, masa Abbasiyah juga dikenal sebagai masa keemasan peradaban Islam. Khalifah seperti Harun al-Rashid dan Al-Ma'mun sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan.

Mereka mendirikan lembaga ilmu seperti Baitul Hikmah di Baghdad yang menjadi pusat penerjemahan dan penelitian ilmu pengetahuan dari berbagai peradaban.

 Kesimpulan

Praktik kenegaraan pada masa Bani Abbasiyah menunjukkan sistem pemerintahan yang lebih maju dan terorganisasi dibandingkan masa sebelumnya. Pemerintahan didukung oleh sistem birokrasi, administrasi, hukum, militer, dan ekonomi yang kuat sehingga mampu membawa peradaban Islam mencapai masa kejayaan

DAFTAR PUSTAKA

Badri Yatim. 2006. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Philip K. Hitti. 2010. History of the Arabs. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Ahmad Syalabi. 2003. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna.

Dedi Supriyadi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Harun Nasution. 1992. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jakarta: UI Press.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama