Mahasiswa STAI Natuna Ikut Lokakarya Pelestarian Tari Tupeng, Lang-Lang Buana, dan Mendu

Natuna, 10 Agustus 2025 – Sebanyak 14 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna bersama 1 dosen pendamping Maulida, M.Pd, turut ambil bagian dalam Lokakarya Pelestarian Budaya yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV UPT Kementerian Kebudayaan di Kabupaten Natuna. Kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah peserta tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan dibuka langsung oleh Kadis Pendidkan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Bapak Hendra Kusuma S.H., M.Si

Lokakarya yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10–12 Agustus 2025 di Museum Sri Serindit Natuna, bertujuan memperdalam pemahaman, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. Para peserta terpilih nantinya akan tampil pada Kenduri Budaya di Pulau Tiga.

Mengusung tema “Merawat Ingatan, Menyulam Panggung, Regenerasi Lang-Lang Buana, Tari Tupeng dan Mendu”, kegiatan ini menitikberatkan pada upaya pelestarian tiga kesenian tradisional Natuna yang terancam punah, yaitu Lang-Lang Buana, Tari Tupeng, dan Mendu.

Staf Perencanaan BPK Wilayah IV, Ardiyansyah, menjelaskan bahwa pemilihan ketiga kesenian tersebut didasari kekhawatiran akan hilangnya warisan budaya jika tidak segera dilestarikan.

“Kenapa tiga kesenian ini kita pilih, karena merupakan kesenian yang hampir punah, makanya ini harus kita lestarikan,” ujarnya.

Partisipasi aktif mahasiswa STAI Natuna dalam lokakarya ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya daerah. Dengan keterlibatan mereka, diharapkan warisan budaya Natuna dapat terus hidup dan dikenal oleh generasi mendatang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama