Serah Terima dan Pelantikan Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna Periode 2025–2026



Natuna – 23 Juni 2025, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna melaksanakan serah terima dan pelantikan pengurus Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) periode 2025–2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula STAI Natuna ini menjadi momen penting dalam proses regenerasi dan penguatan kepemimpinan mahasiswa di lingkungan kampus.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars STAI, dan Sholawat Busyro. Doa yang dipimpin oleh Hidayatul Iman, yang memohon kelancaran bagi pengurus baru dalam menjalankan amanah organisasi.

Sambutan pertama disampaikan oleh Apip Alfarabi, Ketua Komisi III dalam struktur organisasi kemahasiswaan STAI Natuna. Ia mengungkapkan harapannya agar SEMA dan DEMA mampu menjadi teladan di lingkungan kampus.

“Harapan saya untuk Senat dan DEMA, semoga bisa menjadi panutan bagi kawan-kawan yang lain, bagi calon mahasiswa baru dan adik-adik tingkatnya. Supaya bisa menjadi lebih baik dan tertarik untuk mengikuti organisasi-organisasi yang tersedia di kampus STAI Natuna,” ungkapnya.

Dilanjutkan sambutan dari bapak Abu Bakar,M.Si Ketua Bidang III Kemahasiswaan STAI Natuna. Dalam pesannya, ia mengajak pengurus baru untuk aktif membuat kegiatan yang menginspirasi.

“Berbagilah pengalaman, ciptakan kegiatan-kegiatan positif yang dapat meningkatkan kesadaran dan keinginan mahasiswa untuk melakukan perubahan,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengangkatan pengurus baru oleh Rachmat Hidayat, diikuti penandatanganan berita acara pelantikan oleh PLH Ketua SEMA dan DEMA periode 2024–2025 (pihak pertama) dan Ketua SEMA serta DEMA periode 2025–2026 (pihak kedua). Penandatanganan ini juga disetujui oleh Ketua Bidang III Kemahasiswaan sebagai bentuk legalitas resmi organisasi.

Presiden Mahasiswa (Presma) dan wakilnya yang baru turut menyampaikan ucapan dua patah kata. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa pelantikan hanyalah awal dari pengabdian.

“Pelantikan adalah tonggak awal dari sebuah perjalanan organisasi, bukan puncaknya,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan.

“Fokus kita tidak hanya pada dinamika organisasi, tetapi juga terhadap isu lingkungan baik di lautan maupun daratan yang sifatnya merusak. Sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan, kita-kita yang ada di sini akan menjadi pemimpin Natuna. Maka kita harus menjaga lingkungan untuk hidup yang berkelanjutan,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh pengurus dan tamu undangan sebagai simbol kekompakan dan semangat kolaborasi dalam menjalankan roda organisasi di STAI Natuna.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama