Natuna, 14 Juni 2025 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna sukses menggelar Seminar Antar Bangsa dengan tema “Menguak Jejak, Merajut Masa Depan Sastra Melayu Nusantara” pada Sabtu (14/6). Kegiatan ini mempertemukan para pegiat budaya, organisasi masyarakat Natuna, para guru bahasa Indonesia sekecamatan Natuna, anak Genre, Forum Anak Natuna, serta sivitas akademika STAI Natuna untuk memperkuat kembali semangat menjaga warisan sastra Melayu di era modern.
Acara dibuka dengan tarian persembahan dari sanggar tapak Melayu mahasiswa STAI Natuna. Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh mahasiswa membuka suasana acara dengan khidmat. Pembacaan doa oleh Ustadz Mustaqim, M.Pd., dilanjutkan lagu Indonesia Raya, Mars STAI Natuna, dan Shalawat Busyro.
Ketua STAI Natuna, H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelestarian sastra Melayu sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang harus terus diwariskan kepada generasi muda. Beliau juga menyampaikan rencana besar :
“Nanti tahun 2027 STAI Natuna akan diadakan camping bersama PPJ untuk memperingati Milad STAI Natuna ke-25,” ujarnya.
Sambutan dilanjutkan oleh Ketua Persatuan Penulis Johor, Datok Amirudin Ali, yang menekankan pentingnya kerja sama lintas negara serumpun dalam menjaga keberlanjutan sastra Melayu yang kaya nilai dan sejarah. Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi jembatan budaya antara Johor dan Natuna.
Sesi seminar dipandu oleh Bapak Kartubi, SE.,M.E.I selaku moderator. Para pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi sastra membahas dinamika, tantangan, serta strategi pelestarian dan pengembangan sastra Melayu di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.
Kegiatan ini menjadi ruang reflektif sekaligus inspiratif bagi peserta, sebagai bentuk nyata kontribusi STAI Natuna dalam merawat khazanah budaya bangsa. Harapannya, sastra Melayu tidak hanya bertahan sebagai warisan, tetapi tumbuh sebagai bagian dari masa depan yang hidup dan relevan.


