Ibadah
puasa Ramadhan yang dilakukan umat Islam selama 29 atau 30 hari tidak hanya
sebatas ritual saja, namun juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter
seseorang jika dilihat dari sudut pandang pendidikan karakter. Dapat
disimpulkan bahwa puasa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membawa
pengaruh positif terhadap pembentukan karakter seseorang. Karakter positif yang
dibangun melalui puasa adalah kebiasaan menghargai waktu, menjaga hak orang
lain, jujur dan sabar, serta kebiasaan memberi dan suka menolong.
maka pokok permasalahan dalam artikel ini adalah
“Bagaimanakah karakter positif yang terbentuk dalam puasa Ramadhan?”. Dari
pokok permasalahan tersebut dapat digali beberapa pertanyaan seperti apa itu
puasa, bagaimana puasa Ramadhan membentuk karakter seseorang, apa nilai-nilai
karakter yang dihasilkan dari puasa tersebut. Oleh karena itu, tujuan artikel
ini adalah untuk menggali pengertian puasa. , menemukan pengaruh puasa dalam
membentuk karakter seseorang dan menemukan nilai-nilai karakter positif yang
terbentuk dari pelaksanaan puasa.
Semua agama di muka bumi ini mempunyai ajaran
tentang puasa. Secara bahasa puasa berarti menahan dan menghindarkan diri dari
sesuatu hal, seperti menahan makan, minum, hawa nafsu, pembicaraan yang tidak
baik dan lain-lain . Malam Kekuasaan yang hadir lebih baik dari seribu bulan
(al-QS Qodar ayat 1-5), bulan yang melipatgandakan pahala bagi yang ibadah,
bulan kasih sayang dan ampunan, dan lain-lain.
Jadi
agar puasa menjadi berkah tidak banyak tidur atau aktivitas yang kurang berguna
itu berkurang , kita sebagai orang tua harus banyak mengajak anak untuk belajar
beribadah lainnya juga seperti mengaji, solat dhuha , berbagi takjil di sore
hari dan lain-lain. Anak pada umumnya mau untuk berpuasa, tetapi susah untuk
bangun sahur. Akan tetapi mereka ketika bangun sahur ada saja tingkah yang
mereka buat , seperti menangis , makan sambal tidur dan masih banyak lagi , dan
ketika berbuka puasa merekalah yang paling bersemangat untuk berbuka karna
telah menahan makan dan minum selama 1 hari . dan tidak lupa pula setelah sahur
segera solat subuh jika sudah terdengar adzan zubuh , begitu pula solat lainnya.
Agar anak menjadi terbiasa untuk selalu beribadah tepat waktu.
Mengajak
dan menemani anak beribadah akan membantu orang tua untuk lebih rajin lagi
beribadah , terutama solat 5 waktu yang sering ditinggalkan atau ditunda hingga
waktunya hampir habis. Oleh karena itu kita sebagai orang dewasa harus lebih
rajin lagi beribadah, agar ketika memiliki anak nanti atau menjadi guru bisa
mengajarkan solat atau baca-bacaan solat dan surat lainnya kepada anak didik
kita nanti, tidak hanya solat saja , tetapi mengaji dan lain-lain.
Penulis : Ayu Andhira Safitri (1215230123)
STAI Natuna---Program Studi PIAUD
Dosen Pengampu : Renawati, M.Pd