KEGIATAN ANAK USIA DINI DI BULAN SUCI RAMADHAN

 


ABSTRAK

Pada bulan Ramadhan, antusiasme masyarakat Muslim untuk beribadah meningkat pesat, namun semangat mereka cenderung tidak mendapat wadah atau tidak terdukung. Hal ini disebabkan karena kurangnya guru, mentor, fasilitas, dan lain-lain. Oleh karena itu, penulis memaparkan beberapa kegiatan yang relevan kegiatan selama bulan Ramadhan khususnya bagi anak-anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian berorientasi pada perubahan keadaan, peningkatan pengetahuan dan kemampuan warga untuk memahami dan mengubah keadaannya menjadi lebih baik. Dalam penelitian ini kegiatan akan dipusatkan pada anak-anak. Hasil penelitian meliputi bidang pendidikan, bidang keagamaan, dan bidang kreasi atau kreativitas. Di bidang pendidikan telah berhasil melatih anak-anak berbicara di depan umum, mengenalkan bahasa Arab kepada anak-anak, dan memberikan materi tentang Sirah nabawiyah. Kemudian, juz satu hari satu telah sukses dilaksanakan dalam bidang keagamaan, kajian rutin Ramadhan, kalimat thayyibah, dan kegiatan positif lainnya. Terakhir pada bidang kreasi dilakukan kreasi origami dan kreasi masak jelly. Seluruh program telah terlaksana dengan baik, dan hal ini mendapat dukungan dari seluruh warga desa yang penuh semangat dan unggul serta semangat yang tinggi, sehingga program yang dilaksanakan bermanfaat dan dapat terwujud. Harapannya, kegiatan tetap berjalan berkesinambungan setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat selesai.

Kata Kunci: Pendidikan; Agama; Penciptaan

PENDAHULUAN

Dakwah memegang peranan penting dalam mengembangkan ajaran Islam di seluruh penjuru dunia. Peran Peran da’i sebagai publik figur juga mempunyai posisi krusial, yaitu sebagai “opinion leader”. Dakwah adalah a proses yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, harmonis, dan sejahtera meningkatkan kesejahteraannya, baik kesejahteraan individu maupun kelompok.  Islam sebagai agama dakwah melalui ajarannya, telah memberikan alternatif solusi untuk memecahkan berbagai permasalahan. Dakwah memiliki tujuan membawa orang ke jalan yang benar. Tujuan ini mengisyaratkan adanya hubungan antar da’i dan Allah itu kokoh. Dalam melakukan dakwah, seorang da'i juga harus mampu melihat permasalahan yang dihadapi masyarakat dan mampu mendiagnosis kejadian untuk menemukan permasalahan yang dihadapi masyarakat sehingga tujuan dakwah tercapai tepat sasaran. Dakwah mengalami perkembangan positif sehingga semakin hari keberadaannya semakin mendapat pengakuan dari masyarakat luas. Salah satu bentuk dakwah adalah dengan menanamkan kegiatan yang bermanfaat untuk anak usia dini di bulan suci Ramadhan.

Doa anak yang bertaqwa menjadi amal yang pahalanya terus mengalir meski pun orang tuanya telah meninggal. Jadi manfaatkan suasana Ramadhan untuk mendidik anak menjadi anak shaleh mempunyai peluang yang besar. Namun, kegunaan Ramadhan Suasana mendidik anak menjadi anak shaleh seringkali tidak terwujud karena kurangnya kompetensi guru atau guru dan kurangnya fasilitas. Kegiatannya adalah pelatihan Public Speaking, one day one juz, pembelajaran bahasa arab, berbagai macam kreasi, dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan ini akan memberikan peluang berharga bagi mengembangkan syariat dan bahasa Arab khususnya bagi anak-anak. Dengan lokasi yang strategis dan bermasyarakat dengan semangat yang tinggi untuk mengikuti program Ramadhan. Kegiatan yang dilakukan oleh anak usia dini pada umumnya bertujuan untuk memaksimalkan kegiatan Ramadhan bagi masyarakat pada umumnya dan sampai ke sana saja tidak cukup. Namun, hal tersebut harus memberikan nilai-nilai positif bagi masyarakat orang-orang di sekitar kita, terutama orang-orang terdekat, seperti keluarga. Dengan melatih yang lebih muda generasi untuk melakukan dakwah, yaitu mengajak kebaikan dengan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya dan meninggalkan segala perbuatan jahat. Artinya meninggalkan segala sesuatu yang Allah dan milik-Nya. Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan kegiatan selama bulan Ramadhan agar dapat berjalan lebih bermanfaat, optimal, dan kondusif khususnya bagi anak-anak.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau kuantifikasi lainnya (Moleong, 2007: p.6). Penelitian kualitatif juga dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang tidak diperoleh melalui temuan prosedur statistik atau kuantitatif (Syamsuddin dan Damaianti, 2007: hal. 73). Sedangkan deskriptif kualitatif adalah penelitian yang upaya untuk mengatakan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data, begitu pula menyajikan data, menganalisis data, dan menafsirkan data (Narbuko dan Abu Achmadi, 1997: P. 44). Penelitian kualitatif deskriptif merupakan penelitian yang berupaya menggambarkan pemecahan masalah tanpa melalui prosedur statistik atau bentuk kuantitatif.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan yang akan diuraikan penulis untuk anak usia dini di bulan Ramadhan mempunyai berbagai bidang, diantaranya bidang pendidikan, agama, dan penciptaan. Bidang pendidikannya adalah kegiatan pelatihan public speaking, pembelajaran bahasa arab, sirah nabawi, dan yang lain. Kegiatan pelatihan Public Speaking dilakukan pada anak untuk meningkatkan kompetensi dalam dakwah dan berbicara di depan. Bidang keagamaan adalah tilawah satu hari satu juz, rutinitas ramadhan kajian, kalimat thayyibah, dll. Dilakukan kreasi Origami dan kreasi masakan Jelly di bidang penciptaan. Kegiatan ini dilakukan agar anak tidak merasa bosan dan jenuh dalam mengikuti kegiatan selama bulan Ramadhan. Berikut pemaparan terkait kegiatan tersebut dilakukan pada saat pengabdian masyarakat:

1. Pelatihan Berbicara di Depan Umum

            Latar belakang dilakukannya pelatihan public speaking kepada anak-anak di kalangan masyarakat karena ditemukan beberapa anak yang kurang percaya diri dalam berekspresi perasaan dan pengetahuan. Kegiatan ini bertujuan untuk membimbing siswa dalam menyampaikan pidato dengan baik dan benar dengan benar dan sesuai kaidah ilmu, serta menanamkan keberanian dan rasa percaya diri berbicara di depan umum. 9 Pelatihan public speaking ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian, keterampilan, dan rasa percaya diri anak-anak. Jadi, melalui keterampilan public speaking, anak dapat mengaktualisasikan diri, meningkatkan berpikir kritis kekuasaan, meningkatkan keterampilan kepemimpinan, dan yang terpenting, meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi rasa takut berbicara di depan umum. Dari pelatihan public speaking ini diharapkan masyarakat anak-anak Keterampilan berbicara akan tinggi dalam menyampaikan ilmu pengetahuan khususnya tentang ajaran Islam agama yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits. Simulasi yang dilakukan adalah gerakan pelatihan menyampaikan khotbah di depan masyarakat, hafalan teks narasi berjudul “sedekah” yang telah disusun, kemudian latihan intonasi dan nada dalam menyampaikan materi. Itu anak yang telah dilatih kemudian dibimbing untuk tampil percaya diri dan berani karena Tujuan utama dari pelatihan public speaking ini adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan berani sikap pada anak-anak. Oleh karena itu, sebagai bentuk latihan dasar, anak-anak tampil menyampaikan khotbah sebelum jamaah shalat tarawih. Mereka mendapat sambutan hangat dari masjid pengurus dan masyarakat sekitar atas kinerjanya. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme dan kepedulian masyarakat untuk mengadakan pelatihan public speaking di masjid. Sehingga peserta public speaking mendapatkan hadiah berupa uang.

2. Tilawah Satu Hari Satu Juz

            Pengajian Al-Qur'an adalah suatu cara membaca dan menghiasi Al-Qur'an dengan irama dan nyanyian, bacaan dengan suara yang bagus dan merdu. Sehingga lantunan ayat suci Alquran terasa indah dan seru dalam bacaan Alquran sehingga dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jiwa, dapat menambahkan fokus, dan dapat mendorong untuk tadabbur isi Al-Qur'an. Kegiatan yang dilakukan keluar dalam bentuk one day one juz., merupakan kegiatan mendengarkan langsung bacaan ibu-ibu yang berpartisipasi dalam kegiatan Ramadhan ini. Sebuah perjalanan juga disediakan untuk para peserta. Selesai perjalanan diberikan kepada panitia kegiatan setiap hari jumat. Agar bisa merekam perjalanannya yang telah diisi. Untuk peserta tilawah mendapat bimbingan langsung dari guru ataupun relawan. Kegiatan ini dilakukan setiap hari. Selain membaca Al-Qur'an, tajwid dan makharijul diajarkan huruf yang benar. Kegiatan tilawah ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dalam membaca Al-Qur'an dan, lebih sering, berinteraksi dengan Al-Qur'an.

3. Kajian Rutin Ramadhan

            Salah satu kegiatan program pengabdian kepada masyarakat adalah kajian sistematik yang dilakukan sebanyak tiga kali. Ibu-ibu dan remaja putri menghadiri kegiatan kajian sistematis Ramadhan ini. Sebagai contoh : telah dilaksanakan secara offline di aula besar Rumah Quran Aisyah Radhilahu Anha. Menerapkan kajian sistematis pada bulan Ramadhan pertama yaitu dengan mengusung tema: “Sesuai Langkahmu Niat,” dengan pembicara Uswatun Hasanah Harahap, dan didampingi salah satu moderator acara Isna Aprila Tambunan. Penelitian ini diikuti oleh 42 orang dari ibu-ibu dan lima orang gadis remaja. Kajian kedua membahas “Fitnah Perempuan” dengan pembicara Lailatul Fiska Sya'bani dan didampingi salah satu moderator acara yaitu Dina Febrina. Penelitian ini adalah dihadiri oleh 38 orang dari kalangan ibu-ibu dan empat orang remaja putri. Penelitian dilakukan di aula besar Rumah Quran Aisyah Radhiallahu Anha. Untuk penelitian ketiga, temanya adalah “Silaturahmi dengan Al-Quran,” dengan pemateri Fina Rizkiah Hasibuan dan salah satu moderator acara, Hana Khoirany Sinaga. Penelitian ini diikuti oleh 41 orang dari ibu-ibu dan empat orang gadis remaja. Kajian dilaksanakan di aula besar Al-Quran Aisyah Radhiallahu Anha Rumah.

4. Kalimat Thayyibah

            Kegiatan selanjutnya yang diadakan adalah kalimat Thayyibah. Tujuan mempelajari kalimat thayyibah adalah mengenal Allah melalui kalimat thayyibah seperti Alhamdulillaah dan Allahu Akbar. Ini Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah. Tata cara pelaksanaannya disebutkan kalimat thayyibah di depan anak, lalu sebutkan fungsi kalimat thayyibah tersebut dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian anak diminta mengulangi kalimat tersebut sambil menyebutkan contoh aktivitas kalimat thayyibah. Untuk menilai tahfiz anak Quran, diadakan permainan tebak kalimat thayyibah. Dimana anak-anak saling melengkapi menyebutkan hadis yang dihafal. Untuk memberi penghargaan kepada anak-anak yang aktif atas kegiatan ini, peserta siapa yang dapat menjawab permainan diberikan hadiah.

5. Pembelajaran Bahasa Arab

            Kegiatan pembelajaran bahasa Arab dilakukan dengan pemberian kosakata bahasa Arab (mufradat). Mufradat adalah kumpulan kata-kata tertentu yang membentuk suatu bahasa. Pemeliharaan mufradat yang memadai dapat menunjang seseorang dalam berkomunikasi dan menulis dengan bahasa tersebut. Materi yang diajarkan anak-anak adalah kosa kata yang berhubungan dengan makanan, minuman, hewan, dan buah-buahan. Mufradat ini diajarkan oleh memperlihatkan beberapa gambar yang berkaitan dengan materi, kemudian mengarahkan anak untuk membaca mufradatnya menampilkan gambar. Permainan tebak gambar diberikan untuk mengasah kemampuan anak. Permainan ini dibawa keluar secara berkelompok dengan jumlah satu kelompok berjumlah 8 orang. Mereka juga menyediakan hadiah untuk setiap kelompok itu berhasil dalam perlombaan ini. Pemberian kelompok dalam kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk membentuk kekompakan antar anak, jalin kerja sama yang baik, dan bantu anak bekerja sama antar anak siswa agar kelak anak-anak tidak hanya mencapai kesuksesan individu atau saling mengalahkan.

6. Sirah Nabawiyah

            Sirah nabawiyah merupakan sejarah, tingkah laku, dan kisah hidup Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tujuan dari kegiatan sirah nabawiyah disini adalah agar anak dikenalkan dengan kisah nabi dalam islam. Tujuannya untuk menampilkan kecintaan anak terhadap Rasulullah, dan diharapkan bahwa dengan beraktivitas anak akan mampu mengambil pesan moral berupa akhlakul karimah. Tujuan pengajaran sirah nabawiyah adalah menggambarkan hakikat Islam secara keseluruhan kehidupan para nabi. 17 Buku ini bertindak sebagai panduan dan sumber inspirasi bagi semua orang di seluruh dunia. Dia memadukan aspek moral dan sosial dalam keseharian seseorang, pembekalan konsep dalam makna hidup dalam diri seseorang dan menjadi landasan dalam menampilkan paripurna generasi muda. 18 Belajar sirah nabawiyah merupakan hal yang krusial untuk diajarkan kepada peserta didik sebagai proses pembentukan karakter, oleh karena itu mempelajari sirah nabawiyah dengan nilai akhlak menumbuhkan rasa cinta terhadap para nabi. Itu pelaksanaan kegiatan sirah nabawiyah ini dilakukan dengan memberikan pengajaran dengan beberapa video pendek tentang kisah nabi-nabi terdahulu, seperti kisah nabi Adam alaihissalam, Nabi Sulaiman alaihissalam, Nabi Yunus alaihissalam, dan Nabi Musa alaihissalam dengan bantuan proyektor. Dalam kegiatan ini, anak-anak terlihat sangat antusias dan hidup dengan baik. Terlihat dari fokus mereka saat menonton video secara diam-diam. Beberapa pertanyaan dan kuis terkait cerita diberikan untuk membangun pemahaman anak terhadap cerita tersebut kisah Nabi. Setiap anak berhak menjawab dengan dukungan dan semangat dengan cara membesarkannya tangan untuk menjawab pertanyaan itu. Mereka juga meminta salah satu anak untuk menceritakan kembali kisah tersebut nabi di hadapan anak-anak lain. Anak yang dapat menjawab mendapatkan hadiah yang dimilikinya telah disediakan.

7. Amalan Wudhu

            Wudhu adalah menyiramkan air pada anggota tubuh tertentu, misalnya wajah, secara merata dari kedua tangan hingga siku, menggosok kepala, dan membasuh kedua kaki, yang berfungsi untuk membersihkan dari berbagai hal yang dapat membuat seorang muslim tidak mampu beribadah baik shalat maupun yang lainnya. Pembelajaran wudhu' dilakukan oleh menayangkan video pendek kartun anak dengan bantuan proyektor. Kemudian As-sunnah siswa berlatih langsung di depan anak-anak setelah memutar video. Selanjutnya bertanya beberapa anak-anak untuk maju ke depan untuk berlatih wudhu di hadapan anak-anak lain. Ini bukan hanya sebuah mengamalkannya namun juga diiringi dengan bacaan dan hafalan doa selesai wudhu' bersama. Ke membuat anak-anak mengetahui doa secara lisan dan tulisan. Mereka juga memberikan hadiah untuk anak-anak yang berani maju untuk mengamalkan wudhu' dan shalat selesai wudhu.

8. Hafalan Hadits Singkat

            Kegiatan tambahannya adalah menghafal hadis-hadis pendek untuk tingkat anak-anak. Salah satu strateginya atau cara yang digunakan dalam pendidikan untuk membentuk karakter religius adalah dengan membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik dan meninggalkan yang buruk melalui bimbingan, latihan, dan kerja keras. Karena seperti dalam Islam, pentingnya pendidikan karakter dapat dilihat dari penekanan pada pendidikan moral yang bersifat teoritis berpedoman pada Al-Qur'an dan praktis mengacu pada kepribadian Nabi Muhammad SAW alaihi wassalam. Anak-anak dapat menyerap ilmu lebih banyak dengan menanamkan dan mengajarkan pendidikan hadis di awal masa kanak-kanak. Pengetahuan dan pemahaman anak terhadap agama juga akan meningkat. Ini Pendidikan hadis bertujuan agar anak dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat dan meninggalkan keburukan pengaruh media teknologi saat ini. Hadits yang diberikan kepada anak-anak disusun dengan tema akhlakul karimah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendidik karakter anak mengikuti Al-Qur'an dan Hadits, mengembangkan potensi, menanamkan semangat tanggung jawab dan budi pekerti, dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jumlah anak yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 50 anak laki-laki dan perempuan untuk pengajaran hadis, yaitu membacakan untuk mereka dengan gerakan sederhana bantu mereka menghafalnya. Kemudian, mereka diminta mengulanginya secara bersamaan. Hadits yang diberikan kepada anak dalam setiap pertemuan adalah sebanyak tiga orang pendek. Adapun di sela-sela kegiatan dilakukan games diadakan antar anak, seperti berlomba menyebutkan hadis berdasarkan judul yang ditanyakan, menebak tema hadis yang dibacakan dan penghubung hadis. Hadiah disediakan untuk anak-anak yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan sehingga menambah semangat mengikuti kegiatan. Karena pemberian reward pada saat kegiatan belajar mengajar bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa.

9. Tajwid Al-Qur'an

            Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk mengetahui dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an tempat keluarnya surat, sifat dan bacaannya agar tidak terjadi kesalahan dalam membaca Al-Qur'an, selain itu tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan fasih yang mana Sesuai dengan yang diajarkan Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam, dimana pembelajaran ini bertujuan demikian agar anak dapat mengetahui hukum tajwid yang benar dan masuk akal sesuai kaidahnya. Jadi anak-anak itu bisa mengamalkan ketika membaca Al-Qur'an. Dalam prosedur pelaksanaannya, anak ditanya untuk mendengarkan penjelasan langsung dari salah satu santri As-sunnah. Alat yang digunakan dalam pembelajaran tajwid Al-Qur'an berupa spidol hitam, papan tulis putih, microphone, dan buku panduan tajwid. Anak juga diminta memberikan salah satu contoh materi yang diajarkan. Selain itu, anak-anak juga diminta membaca secara bersamaan contoh ayat Alquran sesuai tajwid yang diajarkan. Dalam pembelajaran ini, anak-anak sangat antusias. Antusiasme mereka terlihat dari partisipasi anak-anak berlomba-lomba angkat tangan untuk memberikan 1 contoh ayat Alquran di juz 30. Dalam pembelajaran ini juga diberikan reward berupa nilai-nilai sebagai hadiah bagi anak yang aktif dalam kegiatan ini, dan pemberian reward tidak hanya dalam bentuk barang. Namun, hal itu dapat dilakukan dengan cara memberikan nilai tambahan atau ungkapan kalimat komunitas Tuhan.  Kegiatan ini merupakan dorongan aktif anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar.

10. Kreasi Origami

            Origami adalah suatu teknik seni atau kerajinan tangan yang umumnya dibuat dengan menggunakan kertas atau kain berbentuk persegi. Origami ini bertujuan untuk menghasilkan berbagai mainan, dekorasi, dan kreasi lainnya. Kreasi origami ini kegiatan dilakukan secara berkelompok. Pengelompokan dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam berkontribusi dalam mencapai prestasi tujuan bersama. Sedangkan untuk tata cara lomba membuat origami, anak-anak dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 8-9 anak. Setiap kelompok diberikan satu paket kertas origami dengan alat-alat seperti gunting, lem, karton, spidol, cat warna, kertas HVS, dll. Tiap kelompok diberikan waktu 30 menit. Maka masing-masing kelompok membuat kreasinya dengan kertas origami yang telah ada asalkan. Setelah selesai, masing-masing kelompok diminta menjelaskan tema yang dipilih dalam origami tersebut kreasinya dihadapan seluruh peserta dengan durasi 5 menit. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih anak-anak rasa percaya diri, membangun kerjasama antar kelompok, dan mengasah kreativitas anak dalam berkarya.

11. Membuat Kreasi Masakan Jelly

            Kreasi masakan jelly diadakan untuk menghilangkan kejenuhan anak-anak dalam beraktivitas Ramadhan. Ini Kegiatan berkreasi memasak jelly menuntut anak untuk berkreasi sekreatif mungkin dalam memasak jelly. Ini Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kekompakan dan keakraban antar sahabat. Durasi ini kegiatan kompetisi adalah 45 menit. Tata cara lomba kreasi masakan jelly adalah bahwa anak-anak dibagi menjadi tiga kelompok dengan bimbingan siswa As-sunnah. Itu alat dan bahan yang diperlukan telah disediakan untuk masing-masing kelompok, seperti memasak agar-agar, piring, sendok, gula pasir, ceres coklat, susu kental manis coklat, dan air panas. Lalu, Permainan air diadakan berpasangan antar teman untuk mengisi waktu luang. Anak-anak diminta untuk meraup plastik diisi air dengan syarat airnya tidak sedikit pun. Permainan itu disebut sebuah permainan kecil. Permainan kecil adalah permainan lapangan yang terdiri dari beberapa pemain tanpa menggunakan standar aturan seperti; alat yang digunakan, luas lapangan, dan lamanya waktu yang dibutuhkan. Azi Faiz Ridlo mengatakan bahwa permainan kecil sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menghindari kejenuhan anak dalam mengikuti a pelajaran. Terdapat berbagai nilai dalam permainan kecil, antara lain; kerjasama, tanggung jawab, rasa hormat untuk kawan dan lawan, disiplin, percaya diri, berani, sportivitas, dan lain sebagainya. Anak-anak merasa senang ketika permainan air sedang berlangsung, sehingga mereka berhati-hati dalam mengikutinya. Pada akhir pada lomba kreasi memasak jelly, akan ditentukan kelompok yang menjadi pemenang dan berhak mendapatkan hadiah diambil. Di penghujung kegiatan penutupan, acara pada tanggal 22 April 2022 dihadiri oleh 200 orang. peserta. Acara penutupannya adalah pembagian penghargaan bagi para pemenang tilawah lomba hafalan hadis pendek, tahfiz dua juz tingkat ibu dan anak, dan peserta terbaik tingkat anak-anak, serta kreasi origami. Distribusi makanan dan minuman untuk berbuka puasa lalu menyusul mereka. Pada acara pembukaan bersama tersebut, mereka sukses melakukan distribusi 200 nasi kotak untuk peserta program Ramadhan. Jadi, pengabdian masyarakat sudah berhasil dilaksanakan dengan baik, dan hal ini dapat dilihat pada bidang pendidikan—bidang agama, dan bidang penciptaan yang telah dilaksanakan dengan baik. Di bidang pendidikan, ia telah berhasil melatih anak dalam public speaking, mengenalkan bahasa Arab kepada anak, dan memberikan materi tentang sirah nabawi. Kemudian bidang keagamaan, tilawah satu hari satu juz, kajian rutin ramadhan, thayyibah kalimat, dll. Yang terakhir, dalam bidang kreasi, mempunyai kreasi origami dan kreasi masak jelly telah dilakukan. Semua program telah dilaksanakan dengan baik, dan hal ini mendapat dukungan dari seluruh warga masyarakat desa yang penuh semangat dan unggul serta semangat yang tinggi, sehingga program yang dilaksanakan bermanfaat dan dapat terealisasi.

PENUTUP

            Kegiatan telah tercapai sesuai rencana. Penjelasan sebelumnya bahwa pengabdian kepada masyarakat meliputi bidang pendidikan, bidang agama, dan bidang penciptaan. Di bidang pendidikan, pihaknya telah berhasil mendidik anak-anak di depan umum berbicara, mengenalkan bahasa Arab kepada anak-anak, dan memberikan materi tentang sirah nabawi. Lalu, di bidang keagamaan, tilawah satu hari satu juz, kajian rutin ramadhan, kalimat thayyibah, dll. Terakhir, dalam bidang kreasi telah dilakukan kreasi Origami dan kreasi memasak jelly. Jadi, keseluruhan program telah terlaksana dengan baik, dan hal ini mendapat dukungan dari seluruh anggota masyarakat desa yang antusias dan mempunyai semangat yang baik dan tinggi sehingga terlaksananya program tersebut dilaksanakan bermanfaat dan dapat direalisasikan.

DAFTAR PUSTAKA

Arif, Muh. “Metode Langsung (Direct Method) Dalam Pembelajaran Bahasa Arab.” Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 4, no. 1 (2019): 44–56.

Darmawansyah, Trisna Taufik, Yani Aguspriyani, Rezky Mehta Setiadi, Siti Marfu’ah, and Miko Polindi. “Dampak Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Dalam Meningkatkan Kegiatan Literasi Anak Di Lingkungan Sekolah Desa Kertaraharja.” Turast: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian 11, no. 1 (2023): 39–44.

Fakhrurrozi. “Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Di Rumah Quran Aisyah Radhiallahu Anha Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa Ramadhan 1442 H, 2021 M.” WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 6, no. 1 (2021): 104–114. https://doi.org/10.51590/waraqat.v6i1.145.

Huwaida, Jaziela, and Popy Miftahul Jannah. “Analisis Penerapan Strategi Inkuiri Dalam Pelajaran Sejarah Islam Kelas 4 KMI.” Al-Aulia: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu-Ilmu Keislaman 8, no. 2 (2022): 78–89.

Karo, Tiy Kusmarabbi, Slamet Riyadi, and Zulham Khoir. “Perbaikan Bacaan Alquran Melalaui Kegiatan Tahsin Al-Qiraah : Participatory Action Research Di Aceh Tamiang Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah , Deli Serdang Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah , Deli Serdang Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah , Deli,” no. 2 (2021): 19–26.

Kaslam, Kaslam. “Model Perencanaan Hidup Seorang Muslim.” Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 23, no. 2 (2021).

Lubis, Arbonas, Rozaanah Rozaanah, and Qurrata Ayuni Br Ginting. “Daafa’iyatu Atta’liim Wa’alaaqotuhaa Bistii’aabi Qowaaidi Allugah Al’arobiyyah Bima’had Sabiilil Almukminin.” El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA 21, no. 2 (2022): 133–143.

Ramadona, Syahri, Izzatil Qur’ani, Lusi Yana Dewi, Nadia Rofian Dini, and Sakinah Mawaddah. "Educating the Rabbani Generation: A Diffusion of Islamic Scholars Through Participatory Action Research." Al-Arkhabiil: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, no. 3 (2022): 50–63.

Ritonga, Ade Muhammad, Hana Khoirany Sinaga, Fina Rizkiyah Hasibuan, Uswatun Hasanah, Dina Febrina, Isna Aprila, and Lailatul Fiska Sya’bani. "Improving the Quality of Children's Ramadan Activities Through Community Service." Al-Arkhabiil: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, no. 3 (2022): 1–13.

Riyadi, Slamet, Syahri Ramadona, Bahrul Ulum, Zulham Effendi, and Arbonas Lubis. "Utilization of Online Media as an Emergency Alternative for Implementing Community Service Activities during the COVID-19 Pandemic." Al-Arkhabiil: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, no. 1 (2022): 1–9.

Rizky, Isnaini, Khairuddin Lubis, and Hotni Sari Harahap. “Pelaksanaan Program Tahsin Dalam Meningkatkan Kemampuan Belajar Membaca Tajwid Di MTs Islamiyah.” Tajribiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. 1 (2022): 53–62.

Saftari, Maya, S Sinta, Anisah Anisah, Raudha Nurhaliza, and Agus Rasyid. “Kegiatan Ramadhan Bersama Peserta Didik Di SD Nameng Untuk Memantapkan Pemahaman Agama Islam.” Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat 4, no. 3 (2021).

Tambak, Syahraini. “Metode Cooperative Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.” Al-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan 14, no. 1 (2017): 1–17.

Zaky, Ahmad, Ridha Annisa, Suchi Nurul Khofifah, Maya Sari, Nur Asia Siregar, Nur Khalisah Nasution, and Maytri Wulandari. "Arabic Language Education KKN Programs to Improve Al-Quran Memorization at Tahfidz Schools." Al-Arkhabiil: Jurnal Pengabdian Masyarakat 3, no. 1 (2023): 10–19.

 

Penulis : Amelia Novianti (1215230158)

STAI Natuna---Program Studi PIAUD

Dosen Pengampu Renawati, M.Pd

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama