ABSTRAK
Pada
bulan Ramadhan, antusiasme masyarakat Muslim untuk beribadah meningkat pesat,
namun semangat mereka cenderung tidak mendapat wadah atau tidak terdukung. Hal
ini disebabkan karena kurangnya guru, mentor, fasilitas, dan lain-lain. Oleh
karena itu, penulis memaparkan beberapa kegiatan yang relevan kegiatan selama
bulan Ramadhan khususnya bagi anak-anak. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode penelitian berorientasi pada perubahan keadaan, peningkatan
pengetahuan dan kemampuan warga untuk memahami dan mengubah keadaannya menjadi
lebih baik. Dalam penelitian ini kegiatan akan dipusatkan pada anak-anak. Hasil
penelitian meliputi bidang pendidikan, bidang keagamaan, dan bidang kreasi atau
kreativitas. Di bidang pendidikan telah berhasil melatih anak-anak berbicara di
depan umum, mengenalkan bahasa Arab kepada anak-anak, dan memberikan materi
tentang Sirah nabawiyah. Kemudian, juz satu hari satu telah sukses dilaksanakan
dalam bidang keagamaan, kajian rutin Ramadhan, kalimat thayyibah, dan kegiatan
positif lainnya. Terakhir pada bidang kreasi dilakukan kreasi origami dan
kreasi masak jelly. Seluruh program telah terlaksana dengan baik, dan hal ini
mendapat dukungan dari seluruh warga desa yang penuh semangat dan unggul serta
semangat yang tinggi, sehingga program yang dilaksanakan bermanfaat dan dapat
terwujud. Harapannya, kegiatan tetap berjalan berkesinambungan setelah kegiatan
pengabdian kepada masyarakat selesai.
Kata
Kunci: Pendidikan; Agama; Penciptaan
PENDAHULUAN
Dakwah memegang peranan penting dalam mengembangkan
ajaran Islam di seluruh penjuru dunia. Peran Peran da’i sebagai publik figur
juga mempunyai posisi krusial, yaitu sebagai “opinion leader”. Dakwah adalah a
proses yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, harmonis, dan
sejahtera meningkatkan kesejahteraannya, baik kesejahteraan individu maupun
kelompok. Islam sebagai agama dakwah
melalui ajarannya, telah memberikan alternatif solusi untuk memecahkan berbagai
permasalahan. Dakwah memiliki tujuan membawa orang ke jalan yang benar. Tujuan
ini mengisyaratkan adanya hubungan antar da’i dan Allah itu kokoh. Dalam
melakukan dakwah, seorang da'i juga harus mampu melihat permasalahan yang
dihadapi masyarakat dan mampu mendiagnosis kejadian untuk menemukan
permasalahan yang dihadapi masyarakat sehingga tujuan dakwah tercapai tepat
sasaran. Dakwah mengalami perkembangan positif sehingga semakin hari
keberadaannya semakin mendapat pengakuan dari masyarakat luas. Salah satu bentuk
dakwah adalah dengan menanamkan kegiatan yang bermanfaat untuk anak usia dini
di bulan suci Ramadhan.
Doa anak yang bertaqwa menjadi amal yang pahalanya
terus mengalir meski pun orang tuanya telah meninggal. Jadi manfaatkan suasana
Ramadhan untuk mendidik anak menjadi anak shaleh mempunyai peluang yang besar.
Namun, kegunaan Ramadhan Suasana mendidik anak menjadi anak shaleh seringkali
tidak terwujud karena kurangnya kompetensi guru atau guru dan kurangnya
fasilitas. Kegiatannya adalah pelatihan Public Speaking, one day one juz,
pembelajaran bahasa arab, berbagai macam kreasi, dan lain-lain.
Kegiatan-kegiatan ini akan memberikan peluang berharga bagi mengembangkan
syariat dan bahasa Arab khususnya bagi anak-anak. Dengan lokasi yang strategis
dan bermasyarakat dengan semangat yang tinggi untuk mengikuti program Ramadhan.
Kegiatan yang dilakukan oleh anak usia dini pada umumnya bertujuan untuk
memaksimalkan kegiatan Ramadhan bagi masyarakat pada umumnya dan sampai ke sana
saja tidak cukup. Namun, hal tersebut harus memberikan nilai-nilai positif bagi
masyarakat orang-orang di sekitar kita, terutama orang-orang terdekat, seperti
keluarga. Dengan melatih yang lebih muda generasi untuk melakukan dakwah, yaitu
mengajak kebaikan dengan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya dan meninggalkan
segala perbuatan jahat. Artinya meninggalkan segala sesuatu yang Allah dan
milik-Nya. Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk
mengembangkan kegiatan selama bulan Ramadhan agar dapat berjalan lebih
bermanfaat, optimal, dan kondusif khususnya bagi anak-anak.
METODE
PENELITIAN
Jenis
penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif
adalah penelitian yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau
kuantifikasi lainnya (Moleong, 2007: p.6). Penelitian kualitatif juga
dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang tidak diperoleh melalui temuan
prosedur statistik atau kuantitatif (Syamsuddin dan Damaianti, 2007: hal. 73).
Sedangkan deskriptif kualitatif adalah penelitian yang upaya untuk mengatakan
pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data, begitu pula menyajikan
data, menganalisis data, dan menafsirkan data (Narbuko dan Abu Achmadi, 1997:
P. 44). Penelitian kualitatif deskriptif merupakan penelitian yang berupaya
menggambarkan pemecahan masalah tanpa melalui prosedur statistik atau bentuk kuantitatif.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Kegiatan
yang akan diuraikan penulis untuk anak usia dini di bulan Ramadhan mempunyai
berbagai bidang, diantaranya bidang pendidikan, agama, dan penciptaan. Bidang
pendidikannya adalah kegiatan pelatihan public speaking, pembelajaran bahasa
arab, sirah nabawi, dan yang lain. Kegiatan pelatihan Public Speaking dilakukan
pada anak untuk meningkatkan kompetensi dalam dakwah dan berbicara di depan.
Bidang keagamaan adalah tilawah satu hari satu juz, rutinitas ramadhan kajian,
kalimat thayyibah, dll. Dilakukan kreasi Origami dan kreasi masakan Jelly di
bidang penciptaan. Kegiatan ini dilakukan agar anak tidak merasa bosan dan
jenuh dalam mengikuti kegiatan selama bulan Ramadhan. Berikut pemaparan terkait
kegiatan tersebut dilakukan pada saat pengabdian masyarakat:
1.
Pelatihan Berbicara di Depan Umum
Latar belakang dilakukannya
pelatihan public speaking kepada anak-anak di kalangan masyarakat karena
ditemukan beberapa anak yang kurang percaya diri dalam berekspresi perasaan dan
pengetahuan. Kegiatan ini bertujuan untuk membimbing siswa dalam menyampaikan
pidato dengan baik dan benar dengan benar dan sesuai kaidah ilmu, serta
menanamkan keberanian dan rasa percaya diri berbicara di depan umum. 9
Pelatihan public speaking ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian,
keterampilan, dan rasa percaya diri anak-anak. Jadi, melalui keterampilan
public speaking, anak dapat mengaktualisasikan diri, meningkatkan berpikir
kritis kekuasaan, meningkatkan keterampilan kepemimpinan, dan yang terpenting,
meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi rasa takut berbicara di depan
umum. Dari pelatihan public speaking ini diharapkan masyarakat anak-anak
Keterampilan berbicara akan tinggi dalam menyampaikan ilmu pengetahuan
khususnya tentang ajaran Islam agama yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits.
Simulasi yang dilakukan adalah gerakan pelatihan menyampaikan khotbah di depan
masyarakat, hafalan teks narasi berjudul “sedekah” yang telah disusun, kemudian
latihan intonasi dan nada dalam menyampaikan materi. Itu anak yang telah
dilatih kemudian dibimbing untuk tampil percaya diri dan berani karena Tujuan
utama dari pelatihan public speaking ini adalah untuk menumbuhkan rasa percaya
diri dan berani sikap pada anak-anak. Oleh karena itu, sebagai bentuk latihan
dasar, anak-anak tampil menyampaikan khotbah sebelum jamaah shalat tarawih.
Mereka mendapat sambutan hangat dari masjid pengurus dan masyarakat sekitar
atas kinerjanya. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme dan kepedulian
masyarakat untuk mengadakan pelatihan public speaking di masjid. Sehingga
peserta public speaking mendapatkan hadiah berupa uang.
2.
Tilawah Satu Hari Satu Juz
Pengajian Al-Qur'an adalah suatu
cara membaca dan menghiasi Al-Qur'an dengan irama dan nyanyian, bacaan dengan
suara yang bagus dan merdu. Sehingga lantunan ayat suci Alquran terasa indah
dan seru dalam bacaan Alquran sehingga dapat memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap jiwa, dapat menambahkan fokus, dan dapat mendorong untuk
tadabbur isi Al-Qur'an. Kegiatan yang dilakukan keluar dalam bentuk one day one
juz., merupakan kegiatan mendengarkan langsung bacaan ibu-ibu yang
berpartisipasi dalam kegiatan Ramadhan ini. Sebuah perjalanan juga disediakan
untuk para peserta. Selesai perjalanan diberikan kepada panitia kegiatan setiap
hari jumat. Agar bisa merekam perjalanannya yang telah diisi. Untuk peserta
tilawah mendapat bimbingan langsung dari guru ataupun relawan. Kegiatan ini
dilakukan setiap hari. Selain membaca Al-Qur'an, tajwid dan makharijul
diajarkan huruf yang benar. Kegiatan tilawah ini bertujuan untuk meningkatkan
motivasi dalam membaca Al-Qur'an dan, lebih sering, berinteraksi dengan
Al-Qur'an.
3.
Kajian Rutin Ramadhan
Salah satu kegiatan program
pengabdian kepada masyarakat adalah kajian sistematik yang dilakukan sebanyak
tiga kali. Ibu-ibu dan remaja putri menghadiri kegiatan kajian sistematis
Ramadhan ini. Sebagai contoh : telah dilaksanakan secara offline di aula besar
Rumah Quran Aisyah Radhilahu Anha. Menerapkan kajian sistematis pada bulan
Ramadhan pertama yaitu dengan mengusung tema: “Sesuai Langkahmu Niat,” dengan
pembicara Uswatun Hasanah Harahap, dan didampingi salah satu moderator acara
Isna Aprila Tambunan. Penelitian ini diikuti oleh 42 orang dari ibu-ibu dan
lima orang gadis remaja. Kajian kedua membahas “Fitnah Perempuan” dengan
pembicara Lailatul Fiska Sya'bani dan didampingi salah satu moderator acara
yaitu Dina Febrina. Penelitian ini adalah dihadiri oleh 38 orang dari kalangan
ibu-ibu dan empat orang remaja putri. Penelitian dilakukan di aula besar Rumah
Quran Aisyah Radhiallahu Anha. Untuk penelitian ketiga, temanya adalah
“Silaturahmi dengan Al-Quran,” dengan pemateri Fina Rizkiah Hasibuan dan salah satu
moderator acara, Hana Khoirany Sinaga. Penelitian ini diikuti oleh 41 orang
dari ibu-ibu dan empat orang gadis remaja. Kajian dilaksanakan di aula besar
Al-Quran Aisyah Radhiallahu Anha Rumah.
4.
Kalimat Thayyibah
Kegiatan selanjutnya yang diadakan
adalah kalimat Thayyibah. Tujuan mempelajari kalimat thayyibah adalah mengenal
Allah melalui kalimat thayyibah seperti Alhamdulillaah dan Allahu Akbar. Ini
Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah. Tata cara pelaksanaannya
disebutkan kalimat thayyibah di depan anak, lalu sebutkan fungsi kalimat
thayyibah tersebut dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian anak
diminta mengulangi kalimat tersebut sambil menyebutkan contoh aktivitas kalimat
thayyibah. Untuk menilai tahfiz anak Quran, diadakan permainan tebak kalimat
thayyibah. Dimana anak-anak saling melengkapi menyebutkan hadis yang dihafal.
Untuk memberi penghargaan kepada anak-anak yang aktif atas kegiatan ini,
peserta siapa yang dapat menjawab permainan diberikan hadiah.
5.
Pembelajaran Bahasa Arab
Kegiatan pembelajaran bahasa Arab
dilakukan dengan pemberian kosakata bahasa Arab (mufradat). Mufradat adalah
kumpulan kata-kata tertentu yang membentuk suatu bahasa. Pemeliharaan mufradat
yang memadai dapat menunjang seseorang dalam berkomunikasi dan menulis dengan
bahasa tersebut. Materi yang diajarkan anak-anak adalah kosa kata yang
berhubungan dengan makanan, minuman, hewan, dan buah-buahan. Mufradat ini
diajarkan oleh memperlihatkan beberapa gambar yang berkaitan dengan materi,
kemudian mengarahkan anak untuk membaca mufradatnya menampilkan gambar.
Permainan tebak gambar diberikan untuk mengasah kemampuan anak. Permainan ini
dibawa keluar secara berkelompok dengan jumlah satu kelompok berjumlah 8 orang.
Mereka juga menyediakan hadiah untuk setiap kelompok itu berhasil dalam
perlombaan ini. Pemberian kelompok dalam kegiatan pembelajaran ini bertujuan
untuk membentuk kekompakan antar anak, jalin kerja sama yang baik, dan bantu
anak bekerja sama antar anak siswa agar kelak anak-anak tidak hanya mencapai
kesuksesan individu atau saling mengalahkan.
6.
Sirah Nabawiyah
Sirah nabawiyah merupakan sejarah,
tingkah laku, dan kisah hidup Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tujuan dari
kegiatan sirah nabawiyah disini adalah agar anak dikenalkan dengan kisah nabi dalam
islam. Tujuannya untuk menampilkan kecintaan anak terhadap Rasulullah, dan
diharapkan bahwa dengan beraktivitas anak akan mampu mengambil pesan moral
berupa akhlakul karimah. Tujuan pengajaran sirah nabawiyah adalah menggambarkan
hakikat Islam secara keseluruhan kehidupan para nabi. 17 Buku ini bertindak
sebagai panduan dan sumber inspirasi bagi semua orang di seluruh dunia. Dia
memadukan aspek moral dan sosial dalam keseharian seseorang, pembekalan konsep
dalam makna hidup dalam diri seseorang dan menjadi landasan dalam menampilkan
paripurna generasi muda. 18 Belajar sirah nabawiyah merupakan hal yang krusial
untuk diajarkan kepada peserta didik sebagai proses pembentukan karakter, oleh
karena itu mempelajari sirah nabawiyah dengan nilai akhlak menumbuhkan rasa
cinta terhadap para nabi. Itu pelaksanaan kegiatan sirah nabawiyah ini
dilakukan dengan memberikan pengajaran dengan beberapa video pendek tentang
kisah nabi-nabi terdahulu, seperti kisah nabi Adam alaihissalam, Nabi Sulaiman
alaihissalam, Nabi Yunus alaihissalam, dan Nabi Musa alaihissalam dengan
bantuan proyektor. Dalam kegiatan ini, anak-anak terlihat sangat antusias dan
hidup dengan baik. Terlihat dari fokus mereka saat menonton video secara
diam-diam. Beberapa pertanyaan dan kuis terkait cerita diberikan untuk
membangun pemahaman anak terhadap cerita tersebut kisah Nabi. Setiap anak
berhak menjawab dengan dukungan dan semangat dengan cara membesarkannya tangan
untuk menjawab pertanyaan itu. Mereka juga meminta salah satu anak untuk
menceritakan kembali kisah tersebut nabi di hadapan anak-anak lain. Anak yang
dapat menjawab mendapatkan hadiah yang dimilikinya telah disediakan.
7.
Amalan Wudhu
Wudhu adalah menyiramkan air pada
anggota tubuh tertentu, misalnya wajah, secara merata dari kedua tangan hingga
siku, menggosok kepala, dan membasuh kedua kaki, yang berfungsi untuk
membersihkan dari berbagai hal yang dapat membuat seorang muslim tidak mampu
beribadah baik shalat maupun yang lainnya. Pembelajaran wudhu' dilakukan oleh
menayangkan video pendek kartun anak dengan bantuan proyektor. Kemudian
As-sunnah siswa berlatih langsung di depan anak-anak setelah memutar video.
Selanjutnya bertanya beberapa anak-anak untuk maju ke depan untuk berlatih
wudhu di hadapan anak-anak lain. Ini bukan hanya sebuah mengamalkannya namun
juga diiringi dengan bacaan dan hafalan doa selesai wudhu' bersama. Ke membuat
anak-anak mengetahui doa secara lisan dan tulisan. Mereka juga memberikan
hadiah untuk anak-anak yang berani maju untuk mengamalkan wudhu' dan shalat selesai
wudhu.
8.
Hafalan Hadits Singkat
Kegiatan tambahannya adalah
menghafal hadis-hadis pendek untuk tingkat anak-anak. Salah satu strateginya
atau cara yang digunakan dalam pendidikan untuk membentuk karakter religius
adalah dengan membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik dan meninggalkan yang
buruk melalui bimbingan, latihan, dan kerja keras. Karena seperti dalam Islam,
pentingnya pendidikan karakter dapat dilihat dari penekanan pada pendidikan
moral yang bersifat teoritis berpedoman pada Al-Qur'an dan praktis mengacu pada
kepribadian Nabi Muhammad SAW alaihi wassalam. Anak-anak dapat menyerap ilmu
lebih banyak dengan menanamkan dan mengajarkan pendidikan hadis di awal masa
kanak-kanak. Pengetahuan dan pemahaman anak terhadap agama juga akan meningkat.
Ini Pendidikan hadis bertujuan agar anak dapat mengaplikasikannya dalam
kehidupan bermasyarakat dan meninggalkan keburukan pengaruh media teknologi
saat ini. Hadits yang diberikan kepada anak-anak disusun dengan tema akhlakul
karimah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendidik karakter anak mengikuti
Al-Qur'an dan Hadits, mengembangkan potensi, menanamkan semangat tanggung jawab
dan budi pekerti, dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jumlah
anak yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 50 anak laki-laki dan perempuan
untuk pengajaran hadis, yaitu membacakan untuk mereka dengan gerakan sederhana
bantu mereka menghafalnya. Kemudian, mereka diminta mengulanginya secara
bersamaan. Hadits yang diberikan kepada anak dalam setiap pertemuan adalah sebanyak
tiga orang pendek. Adapun di sela-sela kegiatan dilakukan games diadakan antar
anak, seperti berlomba menyebutkan hadis berdasarkan judul yang ditanyakan,
menebak tema hadis yang dibacakan dan penghubung hadis. Hadiah disediakan untuk
anak-anak yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan sehingga menambah
semangat mengikuti kegiatan. Karena pemberian reward pada saat kegiatan belajar
mengajar bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa.
9.
Tajwid Al-Qur'an
Tujuan mempelajari ilmu tajwid
adalah untuk mengetahui dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an tempat
keluarnya surat, sifat dan bacaannya agar tidak terjadi kesalahan dalam membaca
Al-Qur'an, selain itu tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk membaca
ayat-ayat Al-Qur'an dengan fasih yang mana Sesuai dengan yang diajarkan Nabi
Shallallahu Alaihi Wassalam, dimana pembelajaran ini bertujuan demikian agar
anak dapat mengetahui hukum tajwid yang benar dan masuk akal sesuai kaidahnya.
Jadi anak-anak itu bisa mengamalkan ketika membaca Al-Qur'an. Dalam prosedur
pelaksanaannya, anak ditanya untuk mendengarkan penjelasan langsung dari salah
satu santri As-sunnah. Alat yang digunakan dalam pembelajaran tajwid Al-Qur'an
berupa spidol hitam, papan tulis putih, microphone, dan buku panduan tajwid.
Anak juga diminta memberikan salah satu contoh materi yang diajarkan. Selain
itu, anak-anak juga diminta membaca secara bersamaan contoh ayat Alquran sesuai
tajwid yang diajarkan. Dalam pembelajaran ini, anak-anak sangat antusias.
Antusiasme mereka terlihat dari partisipasi anak-anak berlomba-lomba angkat
tangan untuk memberikan 1 contoh ayat Alquran di juz 30. Dalam pembelajaran ini
juga diberikan reward berupa nilai-nilai sebagai hadiah bagi anak yang aktif
dalam kegiatan ini, dan pemberian reward tidak hanya dalam bentuk barang.
Namun, hal itu dapat dilakukan dengan cara memberikan nilai tambahan atau
ungkapan kalimat komunitas Tuhan.
Kegiatan ini merupakan dorongan aktif anak untuk berpartisipasi dalam
kegiatan belajar mengajar.
10.
Kreasi Origami
Origami adalah suatu teknik seni
atau kerajinan tangan yang umumnya dibuat dengan menggunakan kertas atau kain
berbentuk persegi. Origami ini bertujuan untuk menghasilkan berbagai mainan,
dekorasi, dan kreasi lainnya. Kreasi origami ini kegiatan dilakukan secara
berkelompok. Pengelompokan dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam
berkontribusi dalam mencapai prestasi tujuan bersama. Sedangkan untuk tata cara
lomba membuat origami, anak-anak dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing
kelompok terdiri dari 8-9 anak. Setiap kelompok diberikan satu paket kertas
origami dengan alat-alat seperti gunting, lem, karton, spidol, cat warna,
kertas HVS, dll. Tiap kelompok diberikan waktu 30 menit. Maka masing-masing
kelompok membuat kreasinya dengan kertas origami yang telah ada asalkan.
Setelah selesai, masing-masing kelompok diminta menjelaskan tema yang dipilih
dalam origami tersebut kreasinya dihadapan seluruh peserta dengan durasi 5
menit. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih anak-anak rasa percaya diri,
membangun kerjasama antar kelompok, dan mengasah kreativitas anak dalam
berkarya.
11.
Membuat Kreasi Masakan Jelly
Kreasi
masakan jelly diadakan untuk menghilangkan kejenuhan anak-anak dalam
beraktivitas Ramadhan. Ini Kegiatan berkreasi memasak jelly menuntut anak untuk
berkreasi sekreatif mungkin dalam memasak jelly. Ini Kegiatan ini bertujuan
untuk mengasah kekompakan dan keakraban antar sahabat. Durasi ini kegiatan
kompetisi adalah 45 menit. Tata cara lomba kreasi masakan jelly adalah bahwa
anak-anak dibagi menjadi tiga kelompok dengan bimbingan siswa As-sunnah. Itu
alat dan bahan yang diperlukan telah disediakan untuk masing-masing kelompok,
seperti memasak agar-agar, piring, sendok, gula pasir, ceres coklat, susu
kental manis coklat, dan air panas. Lalu, Permainan air diadakan berpasangan
antar teman untuk mengisi waktu luang. Anak-anak diminta untuk meraup plastik
diisi air dengan syarat airnya tidak sedikit pun. Permainan itu disebut sebuah
permainan kecil. Permainan kecil adalah permainan lapangan yang terdiri dari
beberapa pemain tanpa menggunakan standar aturan seperti; alat yang digunakan,
luas lapangan, dan lamanya waktu yang dibutuhkan. Azi Faiz Ridlo mengatakan
bahwa permainan kecil sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menghindari
kejenuhan anak dalam mengikuti a pelajaran. Terdapat berbagai nilai dalam
permainan kecil, antara lain; kerjasama, tanggung jawab, rasa hormat untuk
kawan dan lawan, disiplin, percaya diri, berani, sportivitas, dan lain
sebagainya. Anak-anak merasa senang ketika permainan air sedang berlangsung,
sehingga mereka berhati-hati dalam mengikutinya. Pada akhir pada lomba kreasi
memasak jelly, akan ditentukan kelompok yang menjadi pemenang dan berhak
mendapatkan hadiah diambil. Di penghujung kegiatan penutupan, acara pada
tanggal 22 April 2022 dihadiri oleh 200 orang. peserta. Acara penutupannya
adalah pembagian penghargaan bagi para pemenang tilawah lomba hafalan hadis
pendek, tahfiz dua juz tingkat ibu dan anak, dan peserta terbaik tingkat
anak-anak, serta kreasi origami. Distribusi makanan dan minuman untuk berbuka
puasa lalu menyusul mereka. Pada acara pembukaan bersama tersebut, mereka
sukses melakukan distribusi 200 nasi kotak untuk peserta program Ramadhan.
Jadi, pengabdian masyarakat sudah berhasil dilaksanakan dengan baik, dan hal
ini dapat dilihat pada bidang pendidikan—bidang agama, dan bidang penciptaan
yang telah dilaksanakan dengan baik. Di bidang pendidikan, ia telah berhasil
melatih anak dalam public speaking, mengenalkan bahasa Arab kepada anak, dan
memberikan materi tentang sirah nabawi. Kemudian bidang keagamaan, tilawah satu
hari satu juz, kajian rutin ramadhan, thayyibah kalimat, dll. Yang terakhir,
dalam bidang kreasi, mempunyai kreasi origami dan kreasi masak jelly telah
dilakukan. Semua program telah dilaksanakan dengan baik, dan hal ini mendapat
dukungan dari seluruh warga masyarakat desa yang penuh semangat dan unggul
serta semangat yang tinggi, sehingga program yang dilaksanakan bermanfaat dan
dapat terealisasi.
PENUTUP
Kegiatan telah tercapai sesuai
rencana. Penjelasan sebelumnya bahwa pengabdian kepada masyarakat meliputi
bidang pendidikan, bidang agama, dan bidang penciptaan. Di bidang pendidikan,
pihaknya telah berhasil mendidik anak-anak di depan umum berbicara, mengenalkan
bahasa Arab kepada anak-anak, dan memberikan materi tentang sirah nabawi. Lalu,
di bidang keagamaan, tilawah satu hari satu juz, kajian rutin ramadhan, kalimat
thayyibah, dll. Terakhir, dalam bidang kreasi telah dilakukan kreasi Origami
dan kreasi memasak jelly. Jadi, keseluruhan program telah terlaksana dengan
baik, dan hal ini mendapat dukungan dari seluruh anggota masyarakat desa yang
antusias dan mempunyai semangat yang baik dan tinggi sehingga terlaksananya
program tersebut dilaksanakan bermanfaat dan dapat direalisasikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Arif, Muh. “Metode Langsung (Direct
Method) Dalam Pembelajaran Bahasa Arab.” Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal) 4,
no. 1 (2019): 44–56.
Darmawansyah, Trisna Taufik, Yani
Aguspriyani, Rezky Mehta Setiadi, Siti Marfu’ah, and Miko Polindi. “Dampak
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Dalam Meningkatkan Kegiatan Literasi Anak Di
Lingkungan Sekolah Desa Kertaraharja.” Turast: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian
11, no. 1 (2023): 39–44.
Fakhrurrozi. “Pelaksanaan Kegiatan
Pengabdian Masyarakat Di Rumah Quran Aisyah Radhiallahu Anha Desa Bangun Sari,
Tanjung Morawa Ramadhan 1442 H, 2021 M.” WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
6, no. 1 (2021): 104–114. https://doi.org/10.51590/waraqat.v6i1.145.
Huwaida, Jaziela, and Popy Miftahul
Jannah. “Analisis Penerapan Strategi Inkuiri Dalam Pelajaran Sejarah Islam
Kelas 4 KMI.” Al-Aulia: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu-Ilmu Keislaman 8, no. 2
(2022): 78–89.
Karo, Tiy Kusmarabbi, Slamet Riyadi, and
Zulham Khoir. “Perbaikan Bacaan Alquran Melalaui Kegiatan Tahsin Al-Qiraah :
Participatory Action Research Di Aceh Tamiang Sekolah Tinggi Agama Islam
As-Sunnah , Deli Serdang Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah , Deli Serdang
Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah , Deli,” no. 2 (2021): 19–26.
Kaslam, Kaslam. “Model Perencanaan Hidup
Seorang Muslim.” Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 23, no. 2
(2021).
Lubis, Arbonas, Rozaanah Rozaanah, and
Qurrata Ayuni Br Ginting. “Daafa’iyatu Atta’liim Wa’alaaqotuhaa Bistii’aabi
Qowaaidi Allugah Al’arobiyyah Bima’had Sabiilil Almukminin.” El-Tsaqafah:
Jurnal Jurusan PBA 21, no. 2 (2022): 133–143.
Ramadona, Syahri, Izzatil Qur’ani, Lusi
Yana Dewi, Nadia Rofian Dini, and Sakinah Mawaddah. "Educating the Rabbani
Generation: A Diffusion of Islamic Scholars Through Participatory Action
Research." Al-Arkhabiil: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, no. 3 (2022):
50–63.
Ritonga, Ade Muhammad, Hana Khoirany
Sinaga, Fina Rizkiyah Hasibuan, Uswatun Hasanah, Dina Febrina, Isna Aprila, and
Lailatul Fiska Sya’bani. "Improving the Quality of Children's Ramadan
Activities Through Community Service." Al-Arkhabiil: Jurnal Pengabdian
Masyarakat 2, no. 3 (2022): 1–13.
Riyadi, Slamet, Syahri Ramadona, Bahrul
Ulum, Zulham Effendi, and Arbonas Lubis. "Utilization of Online Media as
an Emergency Alternative for Implementing Community Service Activities during
the COVID-19 Pandemic." Al-Arkhabiil: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, no.
1 (2022): 1–9.
Rizky, Isnaini, Khairuddin Lubis, and
Hotni Sari Harahap. “Pelaksanaan Program Tahsin Dalam Meningkatkan Kemampuan
Belajar Membaca Tajwid Di MTs Islamiyah.” Tajribiyah: Jurnal Pendidikan Agama
Islam 1, no. 1 (2022): 53–62.
Saftari, Maya, S Sinta, Anisah Anisah,
Raudha Nurhaliza, and Agus Rasyid. “Kegiatan Ramadhan Bersama Peserta Didik Di
SD Nameng Untuk Memantapkan Pemahaman Agama Islam.” Jurnal Pendidikan Dan
Pengabdian Masyarakat 4, no. 3 (2021).
Tambak, Syahraini. “Metode Cooperative
Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.” Al-Hikmah: Jurnal Agama
Dan Ilmu Pengetahuan 14, no. 1 (2017): 1–17.
Zaky, Ahmad, Ridha Annisa, Suchi Nurul
Khofifah, Maya Sari, Nur Asia Siregar, Nur Khalisah Nasution, and Maytri
Wulandari. "Arabic Language Education KKN Programs to Improve Al-Quran
Memorization at Tahfidz Schools." Al-Arkhabiil: Jurnal Pengabdian
Masyarakat 3, no. 1 (2023): 10–19.
Penulis : Amelia Novianti (1215230158)
STAI Natuna---Program Studi PIAUD
Dosen Pengampu : Renawati, M.Pd