Natuna adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Ibu kotanya adalah Ranai. Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sumatra Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan Singapura, Malaysia Barat, Riau dan di bagian timur dengan Kalimantan Barat dan Malaysia Timur. Penduduk Natuna sebagian besar adalah etnis Melayu, mereka tersebar di seluruh penjuru Natuna atau sekitar 92% dari keseluruhan jumlah penduduk. Di samping etnis Melayu, di Natuna juga terdapat etnis Jawa, Bugis, Batak, dan Minang. Penduduk Melayu menerima keberadaan suku lain di tanah Melayu dengan terbuka. Oleh karena itu sampai saat ini di Kabupaten Natuna hampir tidak pernah terjadi konflik antar suku. Kondisi masyarakat Natuna yang multietnik tidak menjadi kendala untuk membina kerukunan masyarakat baik dalam bidang ekonomi maupun budaya. Etnis pendatang melakukan asimilasi dan adaptasi dengan kebudayaan masyarakat Melayu. Dalam persoalan pemukiman, di Natuna masih tampak pengelompokan pemukiman terutama untuk etnis Jawa dan Cina. Etnis Jawa mayoritas adalah para transmigran, mereka mendapat area khusus pemukiman yang dikenal dengan sebutan Satuan Pemukiman (SP) I, SP II, dan SP III yang terletak di Kecamatan Bunguran Tengah.
Masyarakat pendatang lain yang jumlahnya lumayan ramai adalah etnis Minang dan Kampar. Kebanyakan mereka bekerja sebagai pedagang dan banyak tinggal di pusat kota Ranai,Sedanaiu, Midai dan pusat kota kecamatan lainnya. Masyarakat Natuna masih menyimpan dan mengamalkan nilai-nilai luhur peninggalan nenek moyang mereka, serta memiliki banyak kearifan lokal yang menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya melayu yang kental dengan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan tolong menolong telah menjadi “benteng” kokoh bagi nasionalisme. mereka, sehingga nasionalisme masyarakat Natuna tidak perlu diragukan lagi. Meskipun pemerintah abai terhadap kepentingan dan kesejahteraan masya-rakat di ujung utara Indonesia ini dan berbagai kemudahan dapat mereka nikmati dari negara tetangga yang sangat dekat secara geografis, tetapi hal itu tampaknya tidak membuat mereka ingin berpaling dari Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI). Kharakter masyarakat Natuna dapat diselurui dari nilai-nilai kearifan lokal yang ada di masyarakatnya. Hal ini bisa dilihat dari tunjuk ajar, cerita rakyat, seni pertunjukan dan permainan tradisional masyarakat Melayu Natuna.
Tunjuk ajar adalah segala jenis petuah, amanah, petunjuk, nasihat, amanat, pengajaran, teladan yang bermanfaat bagi kebidupan manusia dalam arti luas. Bagi orang Melayu tunjuk ajar mengandung nilai-nilai luhur agama (Islam) dan norma-norma sosial yang dianut oleh masyarakat Melayu. Tunjuk ajar ditempatkan pada posisi yang penting bagi Masyarakat Melayu. Oleh karena itu, para orang tua pada masyarakat Melayu selalu meng-ingatkan anggota masyarakatnya untuk memelajari dan memahami tunjuk ajar dengan sebaik-baiknya. Mereka menya-dari bahwa tanpa tunjuk ajar, banyak nilai-nilai luhur yang terabaikan, bahkan dapat menyebabkan seseorang sesat atau gagal dalam hidupnya.
Para orang tua pada masyarakat Melayu senantiasa menganjurkan agar masyarakat jangan lengah, lalai, atau enggan untuk memelajari tunjuk ajar. Salah satu nilai luhur tunjuk ajar Melayu yang relevan untuk digunakan untuk mendukung penanaman nilai- nilai nasionalisme adalah mengutamakan persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi kegotong-royongan, dan mengekalkan tenggang rasa dalam masyarakat bangsa dan negara. Para orang tua pada masyarakat Melayu menegaskan bahwa rasa persatuan dan kesatuan, kegotongroyongan dan tenggang rasa merupakan inti kepribadian Melayu. Berdasar pada prinsip bahwa hakikat manusia itu adalah bersaudara, bersahabat, dan berkasih sayang, maka tunjuk ajar yang berkaitan dengan persatuan dan kesatuan, kegotongroyongan, dan ketegang-rasaan senantiasa hidup dan diwariskan secara turun temurun. Mereka juga menegaskan bahwa prinsip yang dimaksud akan dapat mewujudkan perdamaian. Penduduk dan tempat ibadah : Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Natuna, sejak 2015 hingga 2018 terjadi peningkatan jumlah penduduk. Pada 2015 tercatat, setidaknya 74,5 ribu jiwa tinggal di Kabupaten Natuna. Angkanya naik menjadi 77 ribu jiwa pada 2018. Seluruh penduduk di Kabupaten Natuna tersebar di 15 kecamatan. Pertumbuhan penduduknya sekitar 1 hingga 1,2% per tahunnya.
Pertambahannya pun bersifat fluktuatif. Penduduk di Kabupaten Natuna pada tahun 2019 didominasi oleh penduduk yang beragama Islam, dengan persentase sebesar 96,79 persen atau 77.413 orang. Sedangkan agama yang paling sedikit penganutnya di Kabupaten Natuna adalah agama Hindu dengan persentase sebesar 0,003 persen atau 2 orang. Kemudian, tempat peribadatan di Kabupaten Natuna pada tahun 2019 terdiri atas masjid, mushola, gereja, vihara dan kelenteng. Tempat peribadatan yang paling banyak terdapat di Kabupaten Natuna adalah mesjid, yaitu berjumlah 148 unit. Dikutip dari data tahun 2016 ada sekitar 72.097 Masyarakat Beragama islam di natuna serta 133 Masjid Sebagai tempat ibadah umat islam di natuna pada saat itu. Agama dan Sosial Menurut Dr. Muhammad Zain, Khazanah keagamaan adalah sebagai suatu kajian untuk mempertahankan dan menguatkan budaya dan sejarah Islam yang moderat yang berkembang di Natuna. Sejarah masuknya Islam di Nusantara itu dengan jalan damai, meskipun ada berita tentang peperangan namun itu sangat sedikit.
“Oleh karenanya Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai, menjadikan Islam di Indonesia Islam yang moderat. Nilai moderasi agama tengah menjadi perhatian kementerian agama, hal ini juga dapat digali dari warisan sejarah sosial dan khazanah keagamaan di Natuna,” ungkap Muhammad Zain. Menurutnya mengetahui sejarah masa lalu adalah dalam rangka melangkah jauh ke masa depan, seperti anak panah, semakin anak panah ditarik mundur ke belakang maka anak panah itu akan semakin melesat jauh ke depan. Maka mempelajari sejarah masa silam akan berguna untuk melangkah jauh ke masa depan. Dikatakan Zain, selain menggali sejarah dari manuskrip-manuskrip dan artefak-artefak kuno, perlu juga dikembangkan penulisan forklore yaitu cerita-cerita rakyat, yang dapat dihimpun kemudian diseleksi dari sekian banyak forklore dipilih cerita rakyat yang penuh dengan nuansa agama dan yang dapat membangun karakter bangsa, untuk kemudian dapat dijadikan cerita atau dongeng-dongen kepada anak-anak. Salah satu nilai luhur tunjuk ajar Melayu yang relevan untuk digunakan untuk mendukung penanaman nilai- nilai nasionalisme adalah mengutamakan persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi kegotong-royongan, dan mengekalkan tenggang rasa dalam masyarakat bangsa dan negara. Para orang tua pada masyarakat Melayu menegaskan bahwa rasa persatuan dan kesatuan, kegotongroyongan dan tenggang rasa merupakan inti kepribadian Melayu. Berdasar pada prinsip bahwa hakikat manusia itu adalah bersaudara, bersahabat, dan berkasih sayang, maka tunjuk ajar yang berkaitan dengan persatuan dan kesatuan, kegotongroyongan, dan ketegang-rasaan senantiasa hidup dan diwariskan secara turun temurun. Mereka juga menegaskan bahwa prinsip yang dimaksud akan dapat mewujudkan perdamaian.
Interaksi sosial di kalangan masyarakat yang tinggal di Kabupaten Natuna memiliki tingkat frekuensi berinteraksi cukup tinggi, mengingat masyarakat memiliki jaringan sosial yang kuat, begitu juga dengan masyarakat pulau-pulau yang ada di sekitarnya. Mereka masih memiliki hubungan kekeluargaan. Secara struktur sosial terdapat ikatan hubungan baik antara masyarakat dengan pihak pemerintah, militer, polisi,pengusaha, dan LSM. Masyarakat Kabupaten Natuna pada umumnya memiliki sifat kooperatif dan responsif terhadap pembangunan. Kegiatan Dakwah: Kabupaten Natuna Dengan Mayoritas kebanyakan Beragama islam tentu saja selalu Melakukan upaya atau inovasi untuk Memperdalam ilmu keagamaan. Hal itu akan dapat diwujudkan melalui masyarakat yang Paham dan mengemerti tentang agama islam, melalui pribadi dan hati disetiap masyarakat ,tentu saja Akan mampu membawa kemajuan di kalangan umat beragama serta akan mewujudkan lingkungan islam yang harmonis dan maju di kabupaten Natuna. Dan untuk Mewujudkan Hal Tersebut Para Petinggi agama serta Pemerintah di kabupaten Natuna Sering Mengajak Masyarakat Natuna untuk selalu menebar Kebaikan Dalam lingkungan Kerja dan masayarakat. Tidak Jarang pula di Kabupaten Natuna Kedatangan para ulama dan Ustadz dari Ibukota maupun dari Kalangan Nu untuk Membagi ilmu kepada Masyarakat Natuna.
Pemerintah Kabupaten Natuna juga sering Mengundang para Da’i serta Ustadz ternama di kalangan umat islam, Hal ini tentu saja akan membuat masyarakat Natuna antusias serta menambah pengetahuan tentang agama islam. Hadirnya para ustadz di Natuna membuat masyarakat berbondong- bondong datang ke acara tabligh akbar dan hal ini tentu nya menjadi hal yang bagus bagi masyarakat natuna yang sangat antusias mendengarkan tabligh akbar . Dengan jiwa dan rasa antusiasme yang tinggi di kalangan umat islam natuna tentu akan membuat kemajuan pada agama islam serta akan membuat lingkungan masyarakat menjadi lebih harmonis dan terjaga dari konflik. Dengan terus menebar kebaikan di kalangan masyarakat besar kemungkinan akan membuat kabupaten natuna ini semakin maju dan berkembang dengan diiringi pengetahuan dan cinta pada agama. Tantangan : Umat islam di Kabupaten Natuna tentu sering dihadapi dengan permasalahan dan tantangan di kalangat masyarakat. Hal ini tentu sudah menjadi Hal yang lumrah dikarenakan di setiap dekade atau zaman tentu akan selalu dihadapi dengan berbagai masalah serta tantangan yang selalu menguji tingakatan keimanan di setiap pribadi dan masyarakat umat islam. Masalah tersebut salah satu nya dikarenakan adanya pengaruh yang kuat dari dunia barat.
Dengan kecanggihan teknologi dan jaringan internet seperti saat ini tentu akan membuat segala sesuatu mudah diakses dan hal – hal yang tidak seharusnya dilihat bisa sampai ke mata kita,tentu saja hal ini sangat berpengaruh bagi perkembangan umat .jika tidak diseimbangi dengan pengetahuan serta penguatan iman dan taqwa hal itu bisa menjadi masalah yang fatal. Dengan smartphone semua hal bisa dilihat, ada hal yang baik dan ada juga yang buruk.Jika tidak bijak menggunakan teknologi maka akan menjadi masalah besar dan dapat merusak umat.maka dari itu perlu di lakukan suatu penggambaran bagaimana menggunakan teknologi secara bijak serta bermanfaat. Dari sisi baik nya teknologi ini akan memudahkan kita untuk memperoleh pengetahuan yang luas dan valid tentang umat islam.misalnya melalui youtube,mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh para ustadz ,serta banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keimanan. Seiring Perkembangan zaman, teknologi semakin canggih dan tausiyah dan ceramah tidak hanya bisa di dengarkan di masjid tetapi juga bisa melalui Smartphone.maka dari itu sebaiknya manfaakan teknologi zaman sekarang untuk menambah pengetahuan, dengan pengetahuan tentu saja kita bisa mengatasi setiap masalah yang akan datang di masa depan ,dan akan menghindari terjadi nya perpecahan dan konflik pada umat.