Menelusuri Warisan Islam di Pulau Midai: Peneliti Gelar FGD Bersama Tokoh Lokal

Midai, Natuna – Tim peneliti sejarah Islam menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Jejak Peradaban Islam di Pulau Midai” bersama masyarakat dan tokoh lokal, Senin (21/7/2025), di Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah Islam di wilayah perbatasan Indonesia.

Dalam forum diskusi tersebut, para peneliti memaparkan temuan awal berupa nisan kuno beraksara Arab, manuskrip lama, serta bangunan masjid tua yang diyakini telah ada sejak abad ke-18. Penelitian ini juga melibatkan pendekatan kultural dengan menghimpun cerita lisan, adat keagamaan, serta riwayat para ulama penyebar Islam di Midai.

“Kami ingin menghadirkan sejarah Islam Midai tidak hanya sebagai narasi masa lalu, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dan identitas keislaman masyarakat pesisir,” ujar salah satu anggota tim peneliti dalam presentasinya.

FGD turut menghadirkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah setempat. Dalam tanggapannya, Ustaz Abdul Wahid selaku tokoh agama lokal menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai, sejarah Islam di Midai perlu lebih dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami akar keagamaan dan budaya daerahnya.

“Kalau bukan kita yang rawat, sejarah ini bisa hilang. Harus ada peran aktif dari masyarakat dan juga mahasiswa,” katanya.

Dari diskusi tersebut, sejumlah rekomendasi muncul, antara lain: pentingnya pendokumentasian situs sejarah Islam secara berkelanjutan, integrasi sejarah lokal ke dalam pembelajaran di sekolah, serta pengembangan wisata religi berbasis sejarah.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam melestarikan warisan peradaban Islam, sekaligus mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam riset sejarah dan kebudayaan daerah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama