skmislamika.blogspot.com Selasa,11 Juli, STAI Natuna berkesempatan menjadi tempat diskusi dan berdialog yang membahas "Implementasi Kurikulum Merdeka". Acara ini dihadiri oleh Para Aktivis STAI Natuna, Ketua Yayasan STAI Natuna, Peserta Didik sebagai calon eksekutif kurikulum terkait dan dinarasumberi langsung oleh Dr. H. Abdul Mukti Bisri.
![]() |
| sambutan H. Umar Natuna |
Ketua STAI Natuna, H. Umar Natuna S. Ag dalam sambutannya menjelaskan bahwasanya, betapa pentingnya akreditasi bagi perkembangan STAI Natuna . Dalam perjalanannya, STAI Natuna sukses mencetuskan lima prodi (KPI, HPI, PIAUD, PAI dan EKIS) dan kedepannya akan bertambah satu (Pemikiran Politik Islam) yang memakan waktu selama 21 tahun STAI Natuna berdiri. Tentu saja dalam proses penunjang akreditasi , STAI Natuna mengharapkan program serta fasilitas yang ditawarkan "Kurikulum Merdeka" mampu untuk mendongkrak Kompetensi dan Eksistensi serta bertransformasi menjadi prioritas absolut di tengah masyarakat perbatasan. Beliau juga menambahkan dalam konteks "implementasi", beliau meminta kepada Yth Dr. H. Abdul Mukti Bisri untuk membimbing mengenai mekanisme"Kurikulum Merdeka" dan deskripsi detail fasilitas terkait.
"Hari ini kita coba mendalami dan mengenali langkah-langkah dalam mengeksekusinya sehingga nanti kurikulum ini bisa kita terapkan di kampus kita ini , terutama dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang berbasis outcome" Ujar beliau.
![]() |
| penjelasan implementasi kurikulum merdeka |
Selanjutnya inti acara ini, pemaparan materi yang dinarasumberi langsung oleh Dr. H. Abdul Mukti Bisri. Dalam Pidato beliau dapat ditarik garis kesimpulan bahwasanya Tujuan utama implementasi "Kurikulum Merdeka" adalah untuk mendorong peserta didik agar mampu menguasai banyak bidang ilmu namun disisi lain "Stay Relevant" sesuai zaman. Fokus utama yang ditekankan dan tidak ditemukan di kurikulum lain bahwa faktanya kurikulum ini fokus pada fleksibilitas belajar baik itu fleksibel secara waktu maupun tempat namun disisi yang bersamaan tidak menghilangkan esensi "belajar" itu sendiri. Beliau dalam pidato juga memberikan analogi sederhana dalam konteks perkuliahan bahwasanya belajar di kampus sudah tidak batasi oleh suatu keprodian. Beliau juga mendeskripsikan bahwasanya pemerintah dalam konteks STAI Natuna ini ialah, Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan menyiapkan beragam beasiswa bagi peserta didik baik skala nasional maupun internasional guna menunjang kualitas dan kompetensi peserta didik.
Reporter : ATH, N
Penulis : WAN
Editor : E1
.jpeg)

