Waktu Memutuskanku Untuk Maju. Kupersembahkan untuk keluarga kecilku DEMA STAIN
Aku belajar dan mencoba untuk hidup dengan sebaik mungkin, agar menjelang ajalku keberadaanku bisa di rasakan kebermanfaatannya.
Aku harus memulai dari sisi yang tidak bisa hingga semuanya murni berawal dari hal tidak bisa. Berpikir bagaimana caranya supaya kepengurusan kami berjalan dengan baik dan mencari keputusan yang terbaik.
Ada bisikkan dari telinga, katanya kalau ingin menjadi seorang pemimpin jangan baperan, tampung semua kritikkan yang membangun supaya kita bisa lebih maju. Kalau kritikkan itu tidak jelas abaikan!
Berani mencoba dan menghayati bahwa setiap pilihan yang di ambil pasti ada konsekuensinya. Terutama membuat rasa insecure ini berdampak baik. Membuang jauh-jauh rasa itu, tapi akhirnya aku kalah. Rasa itu tetap menetap dan menyelinap di setiap sendi-sendi hidupku. Paling tidak, aku sudah membuat langkah kecil yakni membuatnya menjadi suatu hal yang baik.
Tiada hari tanpa belajar untuk tidak terlalu banyak insecure menemukan bahwa takut akan menjadi penghambat untuk maju. Fokus untuk jalankan amanah sebaik mungkin dan menepis rasa ego, berproses untuk tidak malu bertanya ke yang lebih faham untuk sesuatu yang belum di fahami. Semangat!
Sebagai ranah atasan mahasiswa, mencari pemaknaan tuk memahami jalur birokrasi supaya tidak berkesan ikut-ikut tanpa andil lebih. Mulai usut masalah, usut secara tuntas dan mencari info sebanyak mungkin dan memunculkan solusi agar tidak hanya memberikan sebuah kritikkan. Aku mulai follback apa yang ingin di capai dan jalan yang di tawarkan seperti apa.
Bisa-bisa, masa baru awal masa sudah mau nyerah?
#majuterusdemastainatuna
#langkahkecildemastainatuna
#semangatjuang
#selembarjalanku